< >

Parlemen RI-Australia Sadari Pentingnya Dialog Yang Berkesinambungan

Selasa, 27 Maret 2007 07:15
Kapanlagi.com - Anggota parlemen Indonesia dan Australia menyadari pentingnya dialog yang terbuka dan berkesinambungan di antara mereka karena mereka turut berperan dalam mengembangkan hubungan bilateral yang setara dan menguntungkan bagi kedua bangsa.

Perihal pentingnya dialog yang terbuka dan berkelanjutan antaranggota parlemen dari kedua negara itu, merupakan kesimpulan dari pertemuan 10 anggota delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI dengan pimpinan DPR, senat, anggota subkomite urusan luar negeri, dan Menlu Australia di Canberra, Senin, kata Juru Bicara KBRI Canberra, Dino Rachmadiana Kusnadi.

Menurut Dino yang mendampingi para anggota delegasi DPR RI yang diketuai Agustinus Clarus dalam pertemuan itu, mengatakan, kedua pihak membahas secara terbuka dan hangat berbagai masalah terkini hubungan kedua negara.

Beberapa masalah yang dibahas dalam dialog yang hangat dan dewasa itu, adalah penanganan aksi dan ancaman terorisme, penangkapan ikan secara tidak sah, tapal batas kedua negara, dan kerukunan antarumat beragama, katanya.

Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu T.M.Hamzah Thayeb dan Konselor Bidang Politik KBRI Canberra, Samsu Rizal, juga ikut mendampingi para anggota DPR RI itu.

Dubes Hamzah Thayeb, kata Dino, mendampingi para anggota GKSB DPR RI itu, saat bertemu Presiden Senat Paul Calvert dan Ketua DPR Australia David Hawker MP.

Sebelum bertemu para pimpinan DPR dan Senat, Ketua Sub Komite Urusan Luar Negeri Pertahanan dan Perdagangan Parlemen Australia, David Jull, dan Menlu Alexander Downer, para anggota DPR RI itu, juga berkesempatan menyaksikan sesi tanya jawab DPR dan Senat.

Selain Agustinus Clarus, para anggota GKSB DPR RI yang melakukan kunjungan tiga hari di Canberra itu, adalah Muhammad Hatta, Pataniara Siahaan, MUchtar Aziz, Saidi Butarbutar, FX Soekarno, Taufik Kurniawan, Bachrudin Nasori, MUhammad Zainul Majdi, dan Ruth Nina M Kedang.

Pada hari kedua kunjungan, Selasa (27/3), delegasi DPR RI di Canberra akan bertemu dengan sejumlah pejabat Pemerintah Australia untuk membahas masalah kontra terorism, penanganan pencurian ikan, imigran ilegal, kejahatan transnasional, dan ekstradisi serta transfer penjahat internasional.

Sebelum meninggalkan Canberra menuju Sydney, Rabu (28/03), para anggota delegasi juga dijadwalkan bertemu pajabat Departemen Pendidikan, Sains dan Teknologi Australia. (*/lpk)