"Kami ucapkan selamat atas deklarasi pasangan Adang-Dani. Kami tak pernah anggap enteng mereka," kata Ketua DPW PPP DKI Jakarta , Chudlory Syafei Hazami di Jakarta, Selasa.
Chudlory mengatakan, pertarungan dalam pilkada merupakan politik, sehingga bakal calon pasangan yang diusung oleh partai politik yang bersangkutan merupakan pilihan dan bukan sebagai lawan.
"Termasuk koalisi partai yang kami bentuk, bukan bermaksud untuk menghadang PKS," katanya.
Sebelumnya PPP, merupakan salah satu partai politik yang tergabung dalam koalisi 16 partai yang mengusung calon gubernur Fauzi Bowo, selain partai besar lainnya, Partai Golkar, PDIP, dan Demokrat.
Disinggung mengenai penentuan bakal calon wakil gubernur yang akan diusung oleh PPP, Chudlory mengatakan, untuk sementara pihaknya masih terus melakukan penggodokan.
"Itu ditentukan oleh musyawarah kerja wilayah (Muskerwil), saat ini masih kami godok," ujarnya.
Namun, PPP menargetkan, pada April mendatang, pihaknya sudah menentukan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan diusungnya dalam Pilkada Agustus mendatang.
Adang Daradjatun (mantan Wakapolri) dan Dani Anwar (Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Bidang Penggalangan Massa di tingkat DPW PKS DKI) merupakan pasangan cagub dan cawagub yang baru dideklarasikan pada Senin (26/3) oleh PKS.
Presiden PKS, Tifatul Sembiring berkeyakinan PKS akan memenangi Pilkada DKI Jakarta dengan modal perolehan 24 persen suara dalam Pemilihan Legislatif 2004 lalu.
"Kami memiliki 100 ribu kader terbina yang tentunya akan berusaha memenangkan calon gubernur dan wakil gubernur. Kami juga membuka tangan selebar-lebarnya untuk partai lain bergabung dengan kami sepanjang memiliki visi yang sama untuk membuat Jakarta religius dan manusiawi," katanya.
Meskipun begitu, Tifatul menegaskan, pihaknya tidak mementingkan menang atau kalah dalam pilkada mendatang, karena yang lebih utama adalah pembelajaran politik bagi masyarakat. (*/cax)