Saat menyerahkan surat berisi penolakan pemberian laptop, Pramono didampingi sejumlah anggota Fraksi PDIP DPR, antara lain Arya Bima,Afridel Jinu, Gayus Lumbun dan Hasto Kristanto.
Pengadaan 550 laptop bagi anggota DPR menuai kontroversi dari sejumlah pihak, meskipun DPR secara resmi telah memutuskan dalam Rapat paripurna DPR tentang APBN 2007 pada Oktober 2006, untuk pengadaan laptop senilai Rp21 juta/buah itu, biaya yang harus dikeluarkan Rp21 miliar.
Selain ada yang menolak, sejumlah anggota DPR menyatakan menerima laptop itu. Kontroversi mengenai hal itu masih bergulir. (*/cax)