"Target berani ini karena performansi perusahaan sejak 2005 hingga 2006 meningkat 46 %," kata Direktur Utama PT ASDP Indonesian Ferry, Sumiarso Sonny menjawab pers di sela perayaan HUT ASDP ke-34 di Jakarta, Selasa.
Asumsinya, kata Sonny, adalah 15 cabang PT ASDP di seluruh Indonesia tetap mampu memberikan laba usaha tahun ini, sedangkan empat cabang lainnya mampu menekan kerugian dan 14 cabang lainnya masih merugi.
Untuk itu, tegasnya, PT ASDP akan melakukan sejumlah usaha guna meningkatkan pendapatan antara lain dengan cara penambahan trip kapal, optimalisasi pemanfaatan lahan pelabuhan serta meningkatkan kepuasan pelanggan.
"Selain itu, perbaikan menyeluruh baik dari aspek teknik, keuangan maupan Sumber Daya Manusia dan Umum," katanya.
Sementara itu terkait dengan isu keselamatan, maka lanjutnya, pada tahun ini akan dilaksanakan sungguh-sungguh hal-hal yang terkait dengan sistem pemeliharaan kapal baik melalui standarisasi spesifikasi mutu dan harga komponen material untuk pemeliharaan deck dan mesin kapal.
"Pemeliharaan bagian mesin kapal nantinya dengan pola tingkat perawatan yang berdasarkan jam kerja," katanya.
Kemudian, tambahnya, untuk docking kapal dilakukan dengan sistem kemitraan.
Pada kesempatan itu, Dirut ASDP, Sumiarso Sonny menyatakan, pihaknya pada tahun ini memastikan akan melakukan penjualan atau pemotongan terhadap kapal-kapal yang sudah tua dan tidak layak lagi dioperasikan.
"Tiga kapal yang hendak kami scrap (potong atau gunting, red) dengan dijual kepada pihak lain yakni KM Merawan III, KM Gurame dan KM Sepat," katanya.
PT ASDP hingga saat ini mengoperasikan 88 kapal berbagai tipe. Dari jumlah ini, sekitar 19 kapal yang berusia di atas 25 tahun.
PT ASDP hingga kini memiliki karyawan sebesar 3.250 orang. (*/rsd)
Saya akhir2 ini tiap minggu memakai jasa kapal cepat dari Bakauheni ke Merak.
Yang menjadi masalah sering sekali kalau berangkat dari Pelabuahan Bauheni,tidak diberi tiket ketika akan ke kapal cepat, tapi disuruh bayar diatas kapal. Ketika membayar diatas kapat, ternyata saya tidak pernah diberi tiket. Apakah ini penghematan atau menjadi sumber dana bagi crew anak kapal, tapi akan merugikan ASDP.
Ketika saya berangkat dari Merak pasti diberi tiket pada loket penjualan tiket.
Sekedar Inflrmasi agar ASDP tidak merugi tapi karyawannya menjadi kaya.
Mohon nama dan alamat e-mail tidak disebar luaskan, karena saya pasti tiap minggu masih memakai jasa kapal cepat Merak Bakuheni pp.
Terima kasih