< >

PLN Jatim Belum Mampu Berhemat Sesuai Target

Rabu, 28 Maret 2007 07:53
Kapanlagi.com - PT PLN (Persero) Distribusi Jatim mengharapkan pembangunan tiga unit pembangkit listrik di Jawa Timur diselesaikan pada 2009 mendatang.

Pembangkit listrik yang sedang dibangun itu masing-masing di lokasi Tanjung Awar-Awar (Bojonegoro) dengan kapasitas 2x600 mega watt (MW), Paiton 2x600 MW dan Pacitan 2x300 MW, dengan total kapasitas terpasang sebesar 3.000 MW.

"Target 2009 harus selesai ini sesuai dengan permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada PLN yang harus secepatnya menyelesaikan paling lambat pada 2009," kata General Manager (GM) PT LN Distribusi Jatim, Ir Hariadi Sadono MM kepada wartawan, dalam acara sosialisasi "Kita Sukseskan Penghematan dan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik" di Surabaya Selasa.

Menurut dia, penambahan pembangkit di Jatim sebesar 3.000 MW ini sesuai dengan program percepatan pembangunan pembangkit di Indonesia sebesar 6.900 MW. "Jatim kebagian 3.000 MW, sisanya akan dilakukan pembangunan pembangkit di Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi dan daerah lainnya," katanya.

Ia mengatakan, nilai investasi untuk pembangunan tiga pembangkit di Jatim itu sebesar tiga miliar dolar AS, karena untuk satu MW membutuhkan investasi sebesar satu juta dolar AS.

Selain itu, pada 2009 mendatang, pembangkit listrik di Jatim yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) akan digantikan dengan tenaga batu bara.

Sementara itu, pada tahun ini target susut kWH (penghematan) secara nasional sebesar 10,7 %. Dari target itu, PLN Distribusi Jatim mendapat bagian sebesar tujuh persen.

Tetapi, PLN Distribusi Jatim hanya berhasil mencapai target susut kWH sebesar 8,35 % pada 2006. Sedangkan, sisanya sebesar 1,75 % akan dikejar pada tahun ini.

"Artinya, PLN Jatim harus menyelamatkan uang atau menghemat sebesar 1,75 % dikalikan Rp 12 triliun, yang merupakan target pendapatan pada 2007," katanya.

Manager Bidang Distribusi PT PLN Ditribusi Jatim, Ir HA Budiman Bachrul Hayat MH menambahkan, total kapasitas terpasang pembangkit di Jatim saat ini sebesar 6.122,21 MW. Dengan bertambahnya pembangkit, diharapkan kapasitas terpasang pada 2009 sudah mencapai sekitar 9.000 MW.

"Persiapan pembangkitan yang dilakukan pada 2008 dan terealisir 2009 di lokasi Tanjung Awar-Awar, Paiton dan Pacitan diharapkan bisa memenuhi daftar tunggu (waiting list, red) untuk pasokan listrik bagi pelanggan industri sekitar 400 MW. Tapi yang perlu disikapi adalah pola pemakaian listrik yang harus diubah mulai saat ini," tambahnya.

Berdasarkan data di PLN Distribusi Jatim, jumlah pembangkit saat ini sebanyak 19 unit dan kapasitas terpasang 6.122,21 MW.

Kesembilan belas pembangkit itu adalah PLTU Gresik Blok 1 dan 2 (1.578, 78 MW), PLTGU Grati Blok 1 dan 2 (302,25 MW), PLTU Gresik (600 MW), PLTU Perak (100 MW), PLTA Sutami (105 MW), PLTA Wlingi (54 MW), PLTA Sengguruh (29 MW), PLTA Lodoyo (4,50 MW), PLTA Selorejo (4,48 MW), PLTA Tulungagung (36 MW), PLTA Wonorejo (6,30 MW).

Selain itu, PLTA Mendalan (23 MW), PLTA Siman (10,80 MW), PLTA Golang (2,70 MW), PLTA Giringan (3,20 MW), PLTA Ngebel (2,20 MW), PLTU Paiton 1 dan 2 (800 MW), PLTU Paiton 5 dan 6 (1.230 MW), dan PLTU Paiton 7 dan 8 (1.230 MW).

Sementara itu, pihaknya mengharapkan kepada pelanggan baik industri atau rumah tangga mau menghemat listrik sebesar 50 watt saat beban puncak (pukul 17.00-22.00 WIB).

Saat ini jumlah pelanggan PLN Distribusi Jatim sebanyak 6.573.569 orang. Jika, setiap pelanggan mau menghemat 50 watt setiap bulan, maka total 315 MW (setara dengan kapasitas satu pembangkit), yang berarti, PLN mampu menghemat Rp 23 miliar dalam setiap bulan.

Budiman menjelaskan, pada tahun ini ditargetkan sebesar 330 ribu pelanggan listrik di Jatim menjadi sasaran operasi Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL). Hingga Maret 2007, baru sebanyak 515 pelanggan yang diperiksa.

Pada 2006, PLN menargetkan 639 ribu pelanggan yang menjadi sasaran operasi P2TL, tetapi hanya 388 ribu pelanggan yang berhasil diperiksa. "Dari angka itu, sebanyak 31.751 pelanggan ditemukan melakukan pencurian listrik atau menggunakan listrik secara ilegal. Kerugian selama 2006 akibat pencurian listrik sebesar Rp 53 miliar," katanya menambahkan. (*/rsd)