Grup Emaar UEA Akan Bangun Destinasi Wisata 1.200 Ha di NTB

Kapanlagi.com - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik mengatakan pihaknya sedang menggaet investor dari Dubai, Uni Emirat Arab yang tertarik untuk membangun destinasi pariwisata di Nusa Tenggara Barat seluas 1200 hektare.

"Saya sudah dapat investor dari Dubai yang akan bangun di lombok NTB. Besarnya empat kali Nusa Dua Bali, sekitar 1200 hektare," kata Jero Wacik dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kebudayaan dan Pariwisata di Hotel Sahid Jakarta, Selasa.

Dia bahkan berharap pada 2009, investor dari Dubai tersebut dapat selesai membangun beberapa hotel di area tersebut yang dapat meningkatkan perekonomian di NTB.

"Nantinya akan ada penerbangan langsung dari Fly Emirates ke lombok," kata Menbudpar.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, Sambudjo Parikesit menambahkan calon investor dari Dubai itu adalah Emaar Internasional dari Dubai Uni Emirat Arab yang akan membangun resort, hotel dan tempat rekreasi lahan eks Pusat Pengembangan Pariwisata Lombok (LTDC) di Pantai Mandalika, Lombok Tengah.

"Grup Emaar itu sudah melakukan dua kali kunjungan ke lokasi langsung dan berminat. Dari 1200 hektare akan jadi resort, dibangun beberapa hotel, lapangan golf dan tempat rekreasi lainnya," kata Sambudjo.

Dia mengatakan lokasi lahan eks Pusat Pengembangan Pariwisata Lombok (LTDC) dikuasai oleh PT PPA (Perusahaan Pengelola Aset) milik Departemen Keuangan sehingga sedang dilakukan proses untuk penyelesaian lahan tersebut dengan pihak PT PPA.

"Sudah ada tim yang dibentuk dari PT PPA, beranggotakan pihak yang terkait di propinsi dan kabupaten. Mereka bersama sediakan informasi dan hal-hal yang dibutuhkan oleh calon investor itu sebelum menandatangani MoU," lanjut Sambudjo.

Karena masih dalam tahap penjajagan lokasi, Sambudjo mengatakan belum ada kepastian nilai investasi Emaar Intenasional dalam pembangunan destinasi di NTB tersebut.

Sebelumnya, Juru bicara Pemprop NTB, Manggaukang Raba di Mataram, Jumat (23/2) mengatakan, investor tersebut sudah bertemu Gubernur H. Lalu Serinata di Jakarta beberapa hari lalu, membicarakan rencana pembangunan fasilitas akomodasi di lahan eks Lombok Tourism Development Centre (LTDC) seluas 1.200 hektar.

Pertemuan di Jakarta juga dihadiri utusan PT. Perusahaan Pengelola Aset (PPA), Departemen Keuangan dan PT. Angkasa Pura dengan agenda pembicaraan antara lain mengenai berbagai persyaratan yang diminta oleh investor tersebut.

"Dalam kesempatan tersebut gubernur menyanggupi persyaratan yang diminta oleh PT. Emaar asal UEA, demikian juga PT. Angkasa Pura siap merealisasikan pembangunan Bandara Internasional Lombok sesuai jadwal, bahkan disanggupi Bandara itu bisa beroperasi mulai 2009," katanya.

Pembangunan Bandara merupakan salah satu persyaratan yang diminta oleh PT. Emaar, selain persyaratan lainnya seperti fasilitas jalan dan jembatan, fasilitas komunikasi, listrik dan air bersih serta sejumlah persyaratan lainnya.

Sebagai bentuk keseriusan investor asal UEA itu juga minta Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) khususnya mengenai batas tinggi bangunan yang boleh dibangun di kawasan wisata tersebut. (*/rsd)

©2003-2007 KapanLagi.com