Dirut PLN Eddie Widiono di Jakarta, Rabu mengatakan dana subsidi tersebut sangat krusial bagi PLN, agar mendapat laba bersih yang ditargetkan tahun ini sebesar Rp3 triliun.
"Kalau PLN memperoleh laba ini, maka akan semakin mendapat kepercayaan investor," katanya.
Karena itu, kata Eddie, pihaknya sangat berharap pemerintah dalam hal ini Departemen Keuangan mengijinkan PLN mendapatkan laba tersebut.
Ia mengatakan sebenarnya subsidi Rp33 triliun sudah disetujui pemegang saham yakni Menneg BUMN, namun belum mendapat persetujuan Departemen Keuangan.
"Depkeu kini sedang menghitung. Namun, kami pahami kalau Menkeu juga harus menjaga keseimbangan keuangan negara," ujarnya.
Ia juga menjelaskan, dengan peringkat utang PLN yang BB- atau sama dengan negara, maka investor tentu beranggapan negara menjamin PLN tidak akan bangkrut.
"Sangat aneh, kalau kemudian negara membiarkan PLN tetap rugi. Sebab rugi merupakan awal kebangkrutan," katanya.
PLN optimistis kalau diizinkan meraih laba, maka bisa memperoleh kuntungan lebih besar dari Rp3 triliun.
"Sebab, dalam beberapa tahun ini, kami bisa meraih keuntungan melebihi target. Pada 2006, dari target rugi 4,5 triliun hanya tinggal Rp1,3 triliun," ujarnya.
Dana subsidi sebesar Rp33 triliun tersebut sudah termasuk margin laba sebesar lima persen dengan laba sesudah pajak Rp3 triliun. (*/rsd)