"Saat ini masih dalam tahap studi kelayakan hingga Juli ini," katanya usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman dengan Kadin Jerman (DIHK) dalam rangka kerjasama pemberdayaan organisasi, di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, Metro akan membangun 20 pasar perkulakan di Jawa, Bali dan Sumatera serta daerah lainnya di Indonesia.
"Konsepnya menyediakan makanan segar. Mereka akan membuat jarigan suplai dari produsen langsung ke pasar," ujarnya.
Sebelumnya, tiga pekan lalu investor Jerman juga telah memulai proyek pergudangan industri kimia di Serang, Banten, senilai 100 juta US$.
Piecha memperkirakan investor akan semakin tertarik untuk berinvestasi di Indonesia setelah disahkannya Undang-undang Penanaman Modal (UU PM) yang baru pada Kamis (29/3) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Pengesahannya (UU PM) akan memberikan kepastian hukum yang ditunggu kalangan industri," tegasnya.
Piecha menilai rancangan UU PM itu sangat menarik bagi investor.
"Saya yakin akan ada respon dari investor, apalagi ada jaminan perlakuan yang sama antara investor asing dan domestik," jelasnya.
Piecha mengatakan Indonesia memiliki daya tarik untuk menjadi basis produksi bagi perusahaan perdagangan di Jerman.
Ia mencontohkan sebuah perusahaan sepatu Jerman hanya membuat desain dan memesan produknya untuk dibuat di Indonesia.
"Itu kekuatan Indonesia, kita harapkan di masa depan sektor makanan olahan dan makanan segar dapat dikerjakan dengan pola seperti itu. Mudah-mudahaan proyek Metro menjadi program yang ideal untuk melatih produsen sayur mayur dan buah-buahan untuk memenuhi standar pasar ekspor Eropa," paparnya.
Terkait investasi, pemerintah Indonesia dan Jerman sedang melakukan pembahasan untuk membuat kesepakatan mengenai perlindungan investasi dan promosi. (*/rsd)