Jakarta Electric Janjikan Penampilan Menarik di Proliga

Kapanlagi.com - Tim bola voli putri Proliga 2007 Jakarta Electric PLN menjanjikan penampilan menarik pada penampilan perdana mereka di seri pertama putaran kedua yang akan digelar di Gedung Basket Senayan, Jakarta, 30 Maret - 1 April.

"Kami bertekad menyuguhkan tontonan yang menarik dan semoga kami bisa membukukan kemenangan," kata Ketua Tim Electric, Chaliz Syam, di Jakarta, Rabu (28/03).

Pada putaran kedua, Electric PLN yang selalu tampil di Proliga sejak tahun pertama itu akan menghadapi Jakarta BNI Taplus dan Jakarta Popsivo Polwan.

Menurut Chaliz, Electric akan bermain serius mengingat kelima tim putri yang tampil di kompetisi bola voli semi-profesional terbesar di Indonesia itu masih memiliki kesempatan yang sama untuk masuk ke babak empat besar.

"Saya pikir semua tim masih memiliki kesempatan yang sama untuk masuk empat besar dan kami akan mempersiapkan pemain dan juga strategi sehingga tim kami bisa tampil maksimal," katanya.

Usai putaran pertama, Electric kini berada di posisi kedua klasemen dengan mengoleksi tujuh poin di bawah Surabaya Bank Jatim yang juga membukukan angka sama namun dengan kekalahan set yang lebih sedikit.

Sementara itu, Jakarta BNI yang mulai diperkuat dua pemain asing pada laga terakhir di putaran pertama berada di posisi terakhir klasemen dengan enam angka, sama seperti Popsivo yang berada di posisi keempat.

Namun demikian, Chaliz menegaskan bahwa tim yang benar-benar pantas diwaspadai adalah tim-tim putri dari Jawa Timur, yaitu Surabaya Bank Jatim dan Gresik Petrokimia.

"Di atas kertas, tim-tim Proliga yang paling tangguh saat ini berasal dari Jawa Timur dan kami akan lebih mewaspadai mereka. Misalnya saja, tim Surabaya Bank Jatim yang sebagian besar pemainnya adalah mantan-mantan pemain BNI Taplus yang memenangi Proliga pada 2005," kata Chaliz.

Tim Electric pun diperkuat dua pemain asing yang seluruhnya berasal dari Cina, yaitu Tian Mei yang setia memperkuat Electric sejak laga pertama Proliga pada 2004 dan Yin Meng.

"Saya suka dengan Electric," kata Tian Mei dalam bahasa Indonesia yang terpatah-patah.

Sementara itu, Direktur Proliga 2007 Hanny Surkatty mengatakan bahwa putaran kedua adalah saat-saat yang menentukan nasib seluruh tim untuk bisa membukukan tempat di babak empat besar.

"Di kelompok putri, persaingan untuk maju ke babak empat besar masih terbuka bagi seluruh tim, sedang di kelompok putra persaingan itu pun masih ada. Tetapi mungkin Semarang Pemkot Bank Jateng adalah tim dengan kesempatan paling tipis," kata Hanny.

Saat ini, tim putra asal Jawa Tengah itu berada di posisi terakhir klasemen dan belum pernah membukukan satupun kemenangan dalam enam laga.

Hanny pun menjelaskan, tidak ada lagi penambahan ataupun pengurangan pemain lokal dan asing pada putaran kedua.

Beberapa tim putra seperti Yogya Yuso Tomkins, Jakarta Sananta dan Bandung Tectona yang selama putaran pertama belum diperkuat pemain asing, sudah menambah skuad asing dalam timnya.

Menurut Hanny, Yuso mendapat tambahan pemain asing dari Argentina, Sananta dari Inggris dan Tectona dari Rumania.

Semarang Pemkot Bank Jateng yang sebelumnya diperkuat pemain asing dari Cina namun kemudian memilih memulangkan pemain itu ke negerinya tidak akan dikenai sanksi membayar sejumlah uang karena tidak memakai pemain asing pada putaran kedua.

"Berdasarkan peraturan, Semarang telah memenuhi aturan untuk memakai pemain asing sehingga mereka tidak akan dikenai sanksi," tegas Hanny. (*/lpk)

©2003-2007 KapanLagi.com