"Agar pemerataan bisa dicapai salah satunya adalah mereka (para pengusaha daerah) bisa menjadi mitra lokal investasi yang masuk ke daerah mereka," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat di Jakarta, Rabu, menanggapi sejumlah permintaan anggota Kadin di daerah (Kadinda) agar ada pemerataan kesempatan berusaha di daerah.
Hidayat mengakui selama ini para pengusaha daerah relatif lebih sulit mendapatkan akses permodalan maupun mendapatkan proyek dari pengadaan barang dan jasa pemerintah.
"Jadi kami mengharapkan adanya kesempatan yang sama yang diberikan kepada pengusaha daerah untuk mendapatkan akses modal, akses mendapatkan proyek pemerintah, dan mereka menjadi mitra lokal investasi yang masuk ke daerah," katanya.
Memang, lanjut Hidayat, seharusnya dengan adanya otonomi daerah, para pelaku usaha di daerah bisa mandiri dengan pemerintah daerahnya. Namun masih ada masalah kebijakan strategis di daerah yang kelihatannya, kata dia, mesti ada turun tangan pemerintah pusat.
"Kadin menginginkan adanya pemberdayaan kepada para pelaku usaha di daerah," ujarnya.
Lebih jauh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kebijakan Publik Hariyadi B Sukamdani mengatakan, Rapimnas Kadin (25-27 Maret 2007) lalu sengaja mengangkat tema pemerataan pembangunan dan pemberdayaan pengusaha di daerah, karena pola pertumbuhan ekonomi cenderung terpusat di Pulau Jawa, khususnya Jakarta dan sekitarnya.
"Kami menginginkan penguatan itu bersifat merata secara nasional," ujarnya.
Untuk itu, ia merujuk pada keberhasilan Pemerintah Cina yang mampu membuat cetak biru pengembangan ekonomi wilayah-wilayahnya guna mencapai pemerataan ekonomi dan penguatan pelaku usaha di daerah.
Ia menceritakan, saat ini upah pekerja di kota-kota besar di Cina seperti Shanghai dan Beijing cukup mahal, karena tenaga kerja dari daerah lain sulit, akibat sudah tumbuh sentra-sentra ekonomi baru di daerah, sehingga tenaga kerja dari daerah tidak mau bekerja di kota.
"Kami mengharapkan nanti ada cetak biru bersama yang dibuat pemerintah bersama masyarakat dunia usaha sehingga daerah mengalami pemerataan pertumbuhan," ujar Hariyadi. (*/rsd)