Kontrak tersebut ditandatangani di tempat eksibisi tersebut, yang dibuka sejak 27 Maret di ibukota Rusia tersebut, sebagai bagian dari kunjungan tiga harinya pemimpin China Hu Jintao ke Moskow yang dimulai 26 Januari lalu dan diharapkan dapat membuat suatu kesepakatan di bidang bisnis energi, investasi timbal balik dan isu-isu internasional.
Saat membuka eksibisi tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa perhelatan itu merupakan sebuah peristiwa penting dalam merayakan Tahun China di Rusia.
Motto eksibisi itu - "kerjasama saling menguntungkan dan pengembangannya secara harmonis" - adalah hal terbaik dari segala semangat hubungan bilateral kedua negara.
"Bagi Rusia, China selalu dan tetap menjadi mitra ekonomi paling penting di dunia, dan hubungan bisnis kami telah tumbuh dan menguat terus pada tahun-tahun terakhir," kata presiden Rusia tersebut.
Perdagangan antar kedua negara telah meningkat hingga lima kali lipat dan mencapai 30 miliar US$, kata Putin.
"Namun hal utama hari ini adalah meningkatnya jumlah para pengusaha Rusia dan China yang merupakan awal untuk melihat prospek kerjasama teknologi dan produksi pada investasi timbal balik serta pada proyek-proyek inovasi bersama," kata Putin.
Presiden Rusia itu juga mengatakan bahwa kerjasama itu akan sangat bermanfaat bagi Rusia untuk mengenal pencapaian terbaik teknologi dan produk China pada eksebisi tersebut.
Sebaliknya, pemimpin China Hu Jintao mengatakan bahwa eksebisi tersebut merupakan puncak perkembangan kerjasama dan persahabatan tradisional di antara Rusia dan China.
Perusahaan-perusahaan Rusia yang menandatangani kesepakatan dengan mitra China pada eksebisi itu meliputi perusahaan baja severstal, Novolipets Iron dan Steel Works, perusahaan milik negara Rusia, Rosneft serta perusahaan-perusahaan lainnya.
Putin juga mengatakan, Selasa, bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir Tianwan, yang sedang dibangun Rusia di timur China, akan mulai beroperasi sesuai jadwal. (*/rsd)