Diharapkan 118 Juta Warga Berwisata
Kapanlagi.com - Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) menargetkan sebanyak 118 juta wisatawan nusantara melakukan kunjungan pariwisata pada 2007 di seluruh Indonesia. "Kami menargetkan sebanyak 118 juta wisatawan nusantara, dengan jumlah kunjungan sebanyak 219 juta, dan diharapkan dapat menghasilkan uang sebanyak Rp80 triliun pada 2007," kata Direktur Promosi Dalam Negeri Depbudpar Titien Soekarya di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Budpar di Jakarta, Rabu. Titien mengatakan target tersebut lebih tinggi dibanding pencapaian pada 2006 yaitu sebanyak 115,385 juta orang wisatawan nusantara, dengan jumlah kunjungan sebanyak 216,5 juta dan menghasilkan perputaran uang sebanyak Rp78,6 triliun. Sedangkan data tahun 2005 terdapat 112 juta orang wisatawan nusantara yang melakukan 213,3 juta kunjungan pariwisata dan menghasilkan perputaran uang sebanyak Rp77,51 triliun. Sementara Menbudpar Jero Wacik dalam sambutan dalam pembukaan Rakornas Budpar Selasa kemarin (27/3) mengatakan efek ekonomi kunjungan wisatawan dalam negeri atau wisatawan nusantara (wisnus) lebih besar dibandingkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. "Pariwisata dalam negeri dari tahun ke tahun meningkat, dan efek ekonominya lebih besar dibanding wisman, hampir Rp80 Triliun per tahun. Sedangkan wisman hanya 4,5 juta US$ atau Rp50 Triliun," kata Jero Wacik. Dia mengatakan Rakornas Budpar ini merupakan salah satu bentuk kegiatan MICE (Meeting, Intensif, Convention dan Exhibition) sebagai salah satu bentuk pariwisata dalam negeri yang menggerakkan perekonomian. Jero Wacik meminta kepada seluruh kepala dinas pariwisata di tingkat propinsi dan kabupaten serta pelaku industri pariwisata yang juga peserta dalam Rakornas Budpar tersebut untuk tidak menomorduakan wisatawan nusantara dibandingkan wisatawan mancanegara yang berkunjung di daerah. Ajang Promosi Titien mengatakan untuk meraih target kunjungan wisnus 2007 sebanyak 118 juta orang, pihaknya melakukan berbagai cara terutama berkaitan dengan promosi pariwisata dan meningkatkan minat masyarakat Indonesia untuk berwisata. "Kita bekerjasama tidak hanya dengan pemerintah daerah propinsi, tetapi juga pemerintah kabupaten dan kota, karena sasaran pengembangan wisnus adalah pergerakan antar kabupaten, antar propinsi, dan antar pulau," kata Titien. Direktur Promosi Dalam Negeri Depbudpar mengatakan pihaknya memfasilitasi pemda propinsi dan kabupaten untuk berpromosi wisatanya berupa pameran pariwisata tingkat nasional dan pameran pariwisata tingkat regional. "Kita sediakan wadah-wadah promosi seperti pameran, untuk memamerkan apa yang mereka punya. untuk lingkup nasional kita sediakan pameran gebyar wisata nusantara. Kita juga menyediakan promosi di tingkat wilayah, kita sediakan Kemilau Sumatra, jadi semua pemda di Sumatera dapat berpromosi di situ. Ada juga Borneo Extravaganza untuk Kalimantan, ada Kemilau Sulawesi dan yang kita sedang rintis adalah Kemilau Bali Nusa Tenggara," jelas Titien. Selain memfasilitasi pemerintah daerahnya, Titien mengatakan pihaknya juga memfasilitas biro perjalanan untuk menawarkan paket wisata domestiknya kepada masyarakat. "Kita juga dorong biro perjalanan untuk menjual paket wisata domestik. Kita adakan ajangnya untuk berpromosi yaitu Bazaar Paket Wisata Domestik yang digelar di mal-mal menjelang liburan sekolah," lanjut Titien. Sedangkan untuk meningkatkan minat wisata di kalangan masyarakat, Titien mengatakan pihaknya mempunyai program wisata kampus dan wisata remaja. (*/rsd) |