Harga minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei melompat 1,24 dolar menjadi 65,84 dolar per barel dalam perdagangan elektronik.
Untuk pengiriman hari berikutnya, minyak mentah Brent melonjak hingga setinggi 69,00 dolar -- terakhir terjadi pada 4 September 2006 -- akibat rumor tentang konflik militer di Iran.
Rumor tersebut terbukti tidak berdasar, mengakibatkan aksi ambil untung besar-besaran sebelum penutupan perdagangan Selasa.
Pada Rabu kontrak perdagangan berjangka minyak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Mei, melonjak 1,32 dolar menjadi 64,25 dolar di lantai perdagangan.
Para analis mengatakan bahwa Iran mungkin memutuskan akan mengganggu ekspor jika ketegangan dengan Barat meningkat.
Seperti halnya kebuntuan dengan Inggris perihal pelaut yang ditahan, Iran menolak untuk tunduk kepada tekanan internasional atas program nuklirnya yang dipersengketakan.
"Faktor terpenting hari ini masih situasi Iran," kata analis Daiwa Securities Mark Pervan.
"Banyak pembelian `kalau-kalau` pada tahap ini."
Inggris mengumumkan Rabu pembekuan semua hubungan resmi dengan Iran menyangkut penahanan negara Islam itu terhadap pelaut dan marinir di Teluk.
Seorang tentara Inggris perempuan yang ditangkap bersama dengan 14 pelaut lainnya akan dibebaskan "dalam satu atau dua hari ini", juru bicara kementerian luar negeri Iran Mohammad Ali Hosseini mengatakan kepada AFP Rabu.
Menteri Luar Negeri Inggris Margaret Beckett mengumumkan pembekuan hubungan segera setelah Perdana Menteri Tony Blair bersumpah untuk meningkatkan tekanan kepada Tehran, yang ia katakan menghadapi "isolasi total."
"Kami sekarang dalam fase aktivitas diplomatik baru .... Kami perlu memfokuskan seluruh upaya bilateral kami selama fase ini pada resolusi masalah ini," Beckett mengatakan.
Iran menekankan Rabu bahwa personil yang ditahannya minggu lalu berada di perairan Iran, namun mengatakan pihaknya "yakin" London dan Tehran dapat menyelesaikan kebuntuan tersebut.
Pernyataan itu muncul beberapa menit sesudah para pejabat militer Inggris menyingkapkan bukti dokumenter yang mereka katakan menunjukkan orang-orang Inggris itu berada 1,7 mil laut (3,15 kilometer) di dalam perairan Irak ketika mereka ditahan.
"Ketegangan antara Iran dan Barat melonjak (juga) karena penolakan terus menerus Tehran untuk menghentikan pengayaan nulir walaupun lebih banyak sanksi dari PBB akhir pekan lalu," analis Sucden Michael Davies mengatakan.
Ia menambahkan: "Ketegangan itu merupakan kekawatiran bagi pasar, karena banyak partisipan pasar mengkawatirkan bahwa Iran dapat menghentikan output minyaknya jika dipojokkan."
Disamping Iran, para pedagang menunggu publikasi update mingguan Departemen Energi AS mengenai cadangan energi Amerika Rabu nanti, dimana laporan itu diperkirakan akan menunjukkan semakin turunnya cadangan bensin. ( (*/rit)