< >

Menperin: Kerjasama Pupuk RI-Iran Tak Terganggu Resolusi PBB

Kamis, 29 Maret 2007 15:57
Kapanlagi.com - Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan kerjasama pembangunan pabrik pupuk antara Indonesia dan Iran terus berjalan dan tidak terganggu masalah dukungan Indonesia untuk resolusi PBB mengenai Iran terkait pengembangan nuklir di negara tersebut.

"Sampai saat ini belum ada," ujar Fahmi di Jakarta, Kamis, ketika ditemui usai memimpin rapat mengenai pasokan gas industri yang dihadiri Kepala BKPM M Lutfhi, Dirjen Migas DESDM Luluk Sumiarso, Deputi Menko Edy Putra Irawadi, PGN, BP Migas, dan sejumlah asosiasi, di kantor Deperin.

Fahmi mengatakan sampai saat ini pemerintah Indonesia tetap akan fokus menjalankan rencana pembangunan pabrik pupuk di Iran yang memberi harga gas sebesar satu dolar AS per mmbtu.

Namun, ia juga mengatakan pihaknya mendapat telepon dari Nigeria yang menawarkan pembangunan pabrik pupuk di negara tersebut.

"Ada penawaran semalam dari Nigeria yang memberi harga gas sebesar 75 sen dolar AS per mmbtu. Tapi Nigeria ini kan negaranya masih perang, meskipun mereka (pemerintahnya) menjamin keamanannya," ujar Fahmi

Namun, lanjut Fahmi, pihaknya kemungkinan akan mempertimbangkan penawaran Nigeria tersebut, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk gagalnya pembangunan pabrik pupuk di Iran.

"Saya berpikir kalau terpaksa harus pindah, kita pindah ke Nigeria," ujarnya.

Saat ini, kerjasama pembangunan pabrik pupuk di Iran sudah menyelesaikan sejumlah nota kesepahaman termasuk perwakilan pemerintah Indonesia dalam kerjasama itu yang diwakili PT Pupuk Sriwijaya.

Pemerintah Indonesia menargetkan pabrik pupuk tersebut akan dimulai pembangunannya pada akhir tahun 2007. (*/rit)