< >

Bunga KPR Dimungkinkan Turun di Bawah 12 %

Kamis, 29 Maret 2007 19:22
Kapanlagi.com - Bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) diperkirakan akan turun berkaitan dengan banyaknya bank-bank yang terjun dalam pembiayaan rumah.

"Secara keseluruhan memang ada kecenderungan turun sesuai dengan tingkat efisien bank bersangkutan yang dihitung dari biaya dana (cost of fund)," kata Managing Director & SEVP BNI, Tjahjana Tjakrawinata di Jakarta, Kamis, usai acara gathering BNI dan pengembang yang tergabung dalam REI.

Tingkat bunga KPR yang ditawarkan BNI saat ini berkisar 12,15 % dengan masa tenor (pengembalian) sampai dengan 20 tahun, bahkan untuk PNS masa tenor bisa diperpanjang sampai 30 tahun, paparnya.

Mengenai rendahnya penyaluran pinjaman KPR yang diukur dari rasio pinjaman terhadap tabungan (Loan to Deposit Ratio, LDR), Tjahjana mengatakan, sebenarnya dari bank kapasitas kredit masih memadai akan tetapi untuk mrealisasikannya terkadang berbenturan dengan hal-hal di luar perbankan.

Dilapangan banyak hal-hal yang berada di luar jangkauan perbankan sebagai gambaran kredit telah disetujui namun saat akan dieksekusi ternyata mengalami kesulitan dalam pembebasan lahan maupun izin-izin sehingga dalam penyaluran KPR sangat dipengaruhi iklim di daerah itu.

Tingkat bunga KPR BNI yang saat ini 12,15 % sebenarnya telah jauh mengalami penurunan dibanding tahun 2006 sebesar 15,5 % berkaitan dengan membaiknya daya beli masyarakat, ungkapnya.

Mengenai tawaran bunga KPR sampai 7 - 8 %, Tjahjana mengatakan, merupakan strategi pemasaran melalui kerjasama dengan pengembang yang dihitung dari diskon rumah.

Sementara posisi KPR BNI yang telah tersalurkan sampai tahun 2006 Rp2,65 triliun dari seluruh kredit konsumen sebesar Rp10,2 triliun, sedangkan dalam tahun 2007 BNI mengalokasikan KPR baru sampai dengan Rp1,5 triliun.

Terkait dengan penyaluran KPR sampai dengan Februari 2007 telah terealisasi Rp250 miliar diharapkan pada akhir tahun 2007 pertumbuhan KPR baru BNI mencapai 32 %, jelasnya.

Diungkapkan juga jumlah debitur KPR BNI saat ini mencapai sekitar 35.000-an sehingga BNI termasuk bank teragresif dalam menyalurkan KPR pada tahun 2006.

Menurut dia, langkah serupa juga akan dilakukan tahun 2007 untuk mendongkrak pangsa KPR yang saat ini baru sekitar 2,6 % salah satu strateginya melalui kerjasama dengan pengembang melalui kredit konstruksi yang ditawarkan kepada pengembang.

Dijelaskan, kredit konstruksi tersebut meskipun termasuk korporasi sebenarnya dapat dialihkan menjadi kredit konsumen dalam bentuk KPR, dengan pola ini diharapkan target KPR tahun 2007 dapat dipenuhi. (*/rsd)