< >

Parlemen EU Desak Pembaruan Sepak Bola

Jum'at, 30 Maret 2007 08:53
Kapanlagi.com - Parlemen Eropa hari Kamis mensahkan suatu laporan mengenai sepak bola profesional dengan mendesak tindakan lebih keras terhadap rasisme dan tindak kekerasan, pengawasan lebih ketat terhadap agen-agen dan langkah-langkah untuk melindungi pemain muda berbakat.

Laporan tidak mengikat itu juga mengusulkan cara-cara untuk memperbaiki pengelolaan dalam olahraga, peraturan ketenagakerjaan, hak media, dan untuk memerangi doping.

"Kami meminta sanksi lebih keras terhadap segala macam tindakan diskriminasi dan diperkuatnya koordinasi sanksi-saksi dan langkah-langkah preventif mengenai hooligan," kata Ketua Parlemen EU, Hans-Gert Poettering.

"Kita harus menghapus tindak kekerasan di sepak bola dan mempertahankan cabang olahraga tersebut sebagai aktivitas yang aman dan menyenangkan bagi semua," katanya.

Para pejabat dari badan pengelola sepak bola dunia, FIFA, dan badan pengelola sepak bola di Eropa, UEFA, menghargai laporan tersebut sebagai "bersejarah" dan "sangat penting bagi masa depan", dan mengatakan laporan tersebut akan dipertimbangkan bagi pembaruan mendatang.

Disusun oleh anggota parlemen dari partai konservatif Belgia, Ivo Belet, dokumen tersebut menyerukan Komisi Eropa, badan eksekutif EU, untuk menyusun suatu rencana aksi bagi olahraga pada umumnya dan sepak bola pada khususnya.

Tujuannya, katanya, untuk menjelaskan bagaimana undang-undang Eropa berlaku bagi olahraga.

Parlemen Eropa juga akan berusaha keras utuk membantu untuk menghentikan lomba finansial antara klub-klub dengan mengawasi secara terpusat hak-hak televisi dan merangsang investasi pada pemain-pemain muda.

Laporan itu mengatakan sistem izin UEFA perlu dikembangkan untuk menjamin trasparansi keuangan dan manajemen yang cocok, dan menyerukan pembentukan asuransi kolektif bagi para pemain saat mereka bermain untuk tim nasional mereka.

Belet mentambut baik pengesahannya dan mengatakan ia berharap hal itu akan "memberi tekanan pada pihak berwenang sepak bola" guna mengakhiri beberapa praktik yang lebih mencurigakan di olah raga tersebut. (*/cax)