< >

Pasokan Aspal Nasional Defisit 700.000 Ton Per Tahun

Jum'at, 30 Maret 2007 21:12
Kapanlagi.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Aspal Impor Indonesia (Aspalimdo) Syahid Mulyono mengungkapkan, setiap tahun, pasokan aspal ke dalam negeri mengalami defisit sekitar 700.000 ton.

"Kebutuhan aspal Indonesia setiap tahun mencapai 1,4 juta ton, namun pemenuhannya hanya 700.000 ton atau mengalami defisit sekitar 700.000 ton," katanya usai deklarasi Aspalimdo di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, pasokan 700.000 ton tersebut berasal dari produksi dalam negeri yakni PT Pertamina (Persero) 500.000 ton dan sisanya 200.000 merupakan impor dari sejumlah negara seperti Arab Saudi dan Kuwait.

Syahid mengatakan, akibat kekurangan aspal tersebut pekerjaan pembangunan jalan yang merupakan prasarana utama dalam meningkatkan perekonomian juga menjadi tertunda.

"Kami prihatin setiap tahun pembangunan jalan terkendala kelangkaan bahan baku aspal terutama saat padatnya kegiatan pembangunan jalan yakni antara Mei-Oktober," katanya.

Apalagi, lanjutnya, ketika kebutuhan aspal melonjak antara Mei-Oktober tersebut, pasokan aspal sering kali justru menurun.

"Kami khawatir kualitas aspal menjadi tidak terkontrol. Pokoknya asal hitam. Hal ini tentunya mempengaruhi kualitas jalan yang dihasilkan," ujarnya.

Syahid berharap, kehadiran Aspalimdo dengan anggota sebanyak 24 perusahaan mampu mengatasi kekurangan kebutuhan aspal terutama periode Mei-Oktober.

Ia juga mengungkapkan, kelangkaan pasokan aspal dikarenakan adanya aturan yang memprioritaskan aspal dalam negeri, sementara produksinya jauh dari kebutuhan.

"Para pimpinan proyek di daerah menganggap aturan tersebut merupakan keharusan, sehingga mereka takut menggunakan aspal impor dan lebih memilih menunda proyek," katanya.

Syahid meminta pemerintah memberi kesempatan kepada aspal impor dipakai di seluruh Indonesia, sehingga pembangunan jalan tidak terhambat karena kekurangan aspal seperti tahun-tahun sebelumnya. (*/rsd)