< >

Produksi Gabah Berkurang Karena Penyerapan Teknologi Tidak Maksimal

Sabtu, 31 Maret 2007 06:12
Kapanlagi.com - Produksi gabah sering tidak sesuai target karena penyerapan teknologi yang seharusnya dapat meningkatkan total produksi gabah petani tidak maksimal.

"Kebanyakan petani pada saat mengerjakan mereka tidak melakukan budidaya secara intensif, tidak sesuai dengan aturannya sehingga produksi yang ditargetkan meleset," kata Advisor Pertanian PT Sumber Alam Sutera (SAS), Hilma Maizir, di Jakarta.

Dia mengatakan pengembangan varietas hibrida hendaknya diikuti oleh keseriusan pemerintah untuk melakukan pengawasan agar teknologi dapat terserap maksimal.

Untuk dua varietas yang dikembangkan PT SAS, yakni varietas hibrida Bernas Super dan Bernas Prima, dia mengatakan, dapat memproduksi gabah sebanyak 12 ton per hektar. Tetapi jumlah tersebut hanya akan tercapai jika petani mengikuti langkah-langkah yang sudah ditetapkan.

Seperti uji coba yang telah dilakukan di Lampung, lahan sat hektar hanya dapat memproduksi 9,6 ton gabah karena petani tidak melakukan apa yang telah diajarkan petugas dari PT SAS.

Namun demikian, menurut dia, jumlah 9,6 ton gabah tanpa adanya pengawasan sudah cukup baik jika ingin mencapai target dua juta ton beras.

Dia mengatakan apa yang dilakukan perusahaannya tidak hanya menyediakan dan mengembangkan bibit hibrida, tetapi juga mengajarkan bagaimana bibit tersebut dapat menghasilkan maksimal. Petani akan diajarkan pemberian pupuk, cara tanam, dan jarak tanam.

Pengujian yang telah dilakukan di 20 lokasi diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Lampung dengan menggunakan enam varietas hibrida akhirnya hanya menyisakan dua yang dianggap baik. Bernas Prima dan Bernas Super memiliki tingkat patahan yang rendah dan dapat digunakan pada lahan diketinggian 1.000 meter, ujar dia.

"Walaupun normalnya dia dapat berada pada ketinggian 700 meter," ujar dia.

Dia mengatakan kedua varietas tersebut sudah diuji di dua musim tanam dan dapat menghasilkan 87 % beras kepala utuh tanpa patahan. Dan bahkan ada yang dapat menghasilkan 13 ton per hektarnya. (*/rsd)