Jika itu dilakukan, perintah Peretz itu bisa merupakan satu peningkatan dalam aktivitas militer Israel. Israel dan Palestina sepakat melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza Nopember tahun lalu.
Sejumlah kelompok pejuang terus menembakkan roket-roket ke negara Yahudi itu dari Gaza kendatipun gencatan senjata tersebut. Israel mengatakan pihaknya menahan diri tapi pekan lalu membalas di mana pasukan darat menembak satu regu peluncuran roket dekat pagar perbatasan.
Sumber-sumber kementerian pertahanan mengatakan Peretz memberikan wewenang kepada militer Israel untuk melakukan operasi jarak pendek di dalam daerah perbatasan Gaza apabila diperlukan untuk mencegah para pejuang menggali terowongan dan menempatkan bom di sana.
"Saya tahu ini bukan persoalan mudah bagi kita: Apa artinya gencatabn senjata ? Dan arah apa yang akan diikuti?" kata Peretz dalam pernyataan.
PM Israel Ehud Olmert meredam peluang-peluang kini untuk melancarkan serangan besar Israel, kendatipun tidak mengesampingkannya.
Sumber-sumber keamanan Israel mengatakan sayap militer Hamas telah menggali terwongan-terowongan dan meningkatkan persenjataan roket mereka bagi kemungkinan satu konfrontasi.
Bulan lalu sayap militer Hamas mengatakan pihaknya menembak dan mencederai seorang pekerja Israel dekat perbatasan dan menembakkan mortir-mortir ke pasaukan dalam serangan pertama oleh kelompok garis keras Islam itu sejak gencatan senjata. (*/lpk)