< >

Konser Ungu Dicekal Aparat Polda Metro Jaya

Selasa, 03 April 2007 05:15
Kapanlagi.com - Pihak kepolisian sepertinya trauma dengan kerusuhan yang terjadi saat grup band Ungu naik panggung. Seperti yang diketahui, beberapa waktu yang lalu sebanyak 8 penonton tewas di Pekalongan saat grup Ungu tampil di kota tersebut.

Dan di beberapa kota lainnya kejadian yang hampir sama juga sempat terulang. Entah karena alasan apa Ungu yang seharusnya tampil pada perayaan hari ulang tahun tabloid remaja ibukota terpaksa tidak bisa manggung, karena dicekal oleh pihak Polres Metro Jaya, Jakarta Pusat.

Padahal, rencananya Ungu menjadi band pamungkas pengisi acara yang berlangsung pada hari Minggu (1/4), di parkir utara, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.

Menurut informasi yang dilansir tim Kapanlagi.com, Polisi mencium gelagat adanya keributan saat Ungu hendak tampil sehingga mereka memutuskan untuk mencekal band dengan vokalis Pasha tersebut.

Kontan saja batalnya penampilan Ungu justru memancing kerusuhan ribuan penonton yang sebagian besar adalah anak muda dan ABG, yang sejak siang hari sudah menyemuti kawasan Senayan.

Hampir saja kerusuhan benar-benar terjadi kalau saja aparat dari Polsek tanah Abang, Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya tidak segera menghalau mereka yang merasa kecewa. Makki, salah satu personil Ungu, mengaku kecewa dengan pelarangan tersebut.

Pasalnya, menurut dirinya, menjelang Ungu tampil tidak ada tanda-tanda pembatalan. Tapi ia tidak dapat berbuat banyak selain menyayangkan pencekalan yang sangat mendadak itu.

"Yang jelas kita kecewa, tapi mau gimana lagi?" sang bassist ini dengan nada kecewa.

Sementara, Yudith, manajer Ungu, yang dihubungi untuk dimintai konfirmasi seputar pencekalan Ungu tersebut, telepon genggamnya yang bernomer 08159512xxx dalam keadaan tidak aktif. (kl/wwn)

 Pesan dari sponsor 

Lihat Profil: Ungu

KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar


Galeri Foto Ungu
Album Religi Ungu
Ungu2
Ungu
band ungu


Arsip Foto Ungu
120.jpg
119.jpg
118.jpg
117.jpg