"Ya, terpaksa saya terapkan larangan ini sebab sekarang banyak tayangan di teve yang tidak baik bagi anak-anak. Apalagi jika dalam tayangan itu keluar kata-kata yang mudah ditiru. Nyatanya saya berhasil menjauhkan mereka dari sinetron. Saya tak ingin pengaruh dari tayangan yang sangat mudah sekali diserap terbawa dalam kehidupan keseharian dan saya berhasil melarang mereka," katanya di kantor Komnas Anak, Pasar Rebo, Rabu (4/4).
Diakui walau pendidikan dengan cara melarang itu bisa dibilang "sadis" tapi dampak yang ditimbulkan pun dapat terlihat di masa mendatang. "Dalam mendidik anak memang saya agak keras agar mereka disiplin tapi saya juga tetap kedepankan demokratis dalam artian mereka diberikan kebebasan namun harus bertanggung jawab. Itu yang penting," lanjut Wanda seraya menambahkan hak anak untuk bahagia tetap harus ada. (kl/opa)













