"Kami percaya bahwa kemitraan ekonomi yang lebih dekat antara Jepang dan Thailand akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menyumbang kepada `capacity building` ke dua negara serta kawasan tersebut," kata ke dua Perdana Menteri itu dalam pernyataan bersama di Tokyo.
Jepang berharap bahwa perjanjian tersebut akan dapat berlaku efektif pada tahun fiskal 2008 setelah memperoleh persetujuan dari parlemen (Diet).
Parlemen Thailand telah menyetujui mengenai perjanjian tersebut. Ekspor Jepang pada 2006 ke Thailand mengalami pertumbuhan 7,5 % menjadi 22,5 miliar US$. Impor Jepang dari Thailand sementara mengalami kenaikan 14,3 % menjadi 16,6 miliar dolar.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Jepang akan menurunkan 92 % tarif atas barang-barang impor dari Thailand termasuk beberapa produk pertanian, dalam 10 tahun. Sementara 97 % dari ekspor Jepang ke Thailand akan bebas bea selama periode yang sama. (*/rsd)