Yeo melakukan kunjungan tiga hari ke Myanmar mulai Senin (2/4) dan bertemu dengan Letjen Thein Sein, Sekretaris Dewan Pembangunan dan Keamanan Negara Myanmar, di ibukota pemerintahan yang baru, Naypyitaw, sekitar 400 kilometer utara Yangon, kata kementerian tersebut.
"Dalam pertemuan itu, mereka melakukan tukar menukar pandangan mengenai kerjasama bilateral ekonomi khususnya di bidang perdagangan dan investasi," katanya.
Thein sein mengatakan, Myanmar telah siap untuk memasok pasir dan material konstruksi lainnya ke Singapura.
Singapura yang minim sumber daya alam menghadapi masalah keamanan pasokan pasir untuk industri konstruksi yang sedang berkembang pesat setelah Indonesia melarang ekspor pasir ke negara itu mulai Januari tahun ini, untuk mencegah kerusakan lingkungan.
Thein Sein mengatakan bahwa Myanmar dapat menjadi pemasok jangka panjang untuk pasir, semen, granit dan material konstruksi lainnya ke Singapura. Ia juga mendorong lebih banyak perusahaan Singapura untuk investasi di Myanmar.
Yeo menyampaikan surat undangan dari Presiden Singapura, SR Nathan kepada pemimpin junta militer Jenderal Senior Than Shwe untuk berkunjung ke Singapura.
Singapura merupakan investor terbesar kedua di Myanmar, dengan nilai investasi lebih dari 1,57 miliar US$ yang sebagian besar bergerak di sektor jasa.
Nilai perdagangan kedua negara mencapai 823 juta US$ dalam tahun fiskal 2005, yang berakhir pada 31 Maret tahun lalu. (*/rsd)