"Perundingan ini tepat waktu dan penting.Jika kami menggunakan sisa peluang bagi kami untuk mengintensipkan dan mempercepat proses negosiasi," kata Mandelson.
"Jika kami gagal, prospek Doha untuk tahun ini akan menjadi gagal," katanya menambahkan.
Para menteri dari empat negara kekuatan utama perdagangan di Organisasi Perdagangan Dunia akan bertemu di New Delhi 11 dan 12 April mendatang untuk mencoba menjadi perantara perjanjian mengenai pembukaan perdagangan pertanian sebagai bagian dari seruan putaran Doha dari negosiasi perdagangan bebas.
Para diplomat bulan lalu di Genewa mengatakan para menteri itu akan mefokuskan mengenai pertanian dalam pertemuan bilateral dan kemungkinan dalam empat jalan perundingan. Para menteri dari Australia dan Jepang diharapkan akan bergabung dengan mereka.
Bersama enam negara perwakilan lebih banyak penentangan kepentingan dalam masalah putaran lima tahun dari negosiasi mengenai pertanian: antara negara maju dengan negara miskin yang bersandar pada subsidi pertanian, eksporter pertanian besar dan importer.
Batas waktu mengenai usaha untuk mengurangi subsidi dan tarif impor pada produk pertanian di perundingan Putaran Doha tersandung pada pengembangan perdagangan bebas dan adil, yangmana juga perlindungan industri makanan dan jasa.
Sebanyak 150 negara anggota WTO meluncurkan lagi negosiasi awal tahun ini berjalan untuk mencapai kompromi sebelum perubahan legislatif di negara kekuatan perdagangan dunia Amerika Serikat,yang dapat menjadi hambatan perundingan di masa mendatang. (*/rit)