Presiden Ajak Pengusaha Lokal Utamakan Tanam Modal di Dalam Negeri
Kapanlagi.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak pengusaha lokal untuk lebih mengutamakan menanam modalnya di dalam negeri daripada di luar negeri sebagai bukti ikut berbagi komitmen, rasa dan tanggung jawab untuk membangun kembali Indonesia. "Saya mengajak kepada para pemilik modal di negeri ini untuk mengutamakan menanamkan modalnya di dalam negeri dibandingkan menanam modalnya di luar negeri," kata Presiden dalam Pencanangan Pertama Proyek Percontohan Rumah Susun sederhana di Kawasan Perkotaan di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis. Presiden mengatakan, memang modal tidak mempunyai "kebangsaan", tetapi ketika pemerintah bekerja habis-habisan maka seyogyanya pengusaha juga ikut berbagi komitmen, rasa dan tanggung jawab untuk membangun kembali Indonesia. Secara khusus, Presiden meminta kalangan dunia usaha, khususnya investor dan pengembang untuk mendukung upaya pemerintah mewujudkan pembangunan rumah susun sederhana di perkotaan untuk masyarakat menengah ke bawah. "Jangan menunggu sampai semua rampung dilakukan perbaikan. Pemerintah terus bekerja keras untuk memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan sektor riil, mari kita bekerja bersama mulai sekarang," katanya. Presiden mengatakan, pemerintah telah memberikan insentif kepada dunia usaha agar terdorong untuk membangun rusun sederhana dengan bentuk keringan PPN bagi Rusun sederhana dengan kriteria luas dan harga tertentu. Pemerintah juga memberi subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar mampu menjangkau harga jual rusun sederhana dengan cicilan yang relatif lebih murah. Sedangkan bagi masyarakat yang belum mampu membeli rumah, pemerintah juga terus meningkatkan penyediaan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) secara bertahap. Presiden menjelaskan, pengadaan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki tata ruang perkotaan atau perbaikan lingkungan tetapi lebih jauh lagi proyek tersebut sangat membantu mencegah makin meluasnya kesenjangan sosial antara masyarakat berpenghasilan rendah dan tinggi. Untuk itu, Presiden juga menginstruksikan kepada jajaran pemerintah daerah untuk memberi insentif dan memperingan prosedur perizinan bagi investor yang berniat membangun rusun di daerah masing-masing. "Kepala daerah agar lebih aktif mulai dari sekarang merancang ulang tata kota masing-masing sehingga lebih efisien dalam penggunaan lahan dan pengadaan sarana infrastruktur pendukung. Lakukan kemitraan yang baik dengan dunia usaha," pesan Presiden. Peresmian pemancangan tiang pertama pembangunan rumah susun sederhana di perkotaan itu menandai dimulainya pemancangan tiang pertama proyek serupa di sembilan kota lainnya yakni Surabaya, Semarang, Batam, Bandung, Medan, Padang, Palembang, Makassar, dan Banjarmasin. Dalam acara tersebut Presiden didampingi Ibu Ani Susilo Bambang Yudhoyono serta Wakil Presiden dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla. Sejumlah menteri kabinet tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menko Perekonomian Boediono, Menko Polhukam Widodo AS, dan Menko Kesra Aburizal Bakrie. Selain itu, Menneg Perumahan Rakyat M Yusuf Asy`ari, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Menneg BUMN Sugiharto, Mensos Bachtiar Chamsyah, dan Menpora Adyaksa Dault, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto dan Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Setelah melakukan penekanan sirene tanda dimulainya pemancangan tiang pertama pembangunan rusun sederhana di Pulo Gebang tersebut, secara bersamaan proyek rusun di Cipayung Klender, dan Cawang, semuanya di Jakarta Timur, juga dimulai. Untuk tahap pertama akan dibangun 100 tower dari 1.000 tower yang direncanakan pemerintah. Total proyek rusun berjumlah 1.000 tower yang akan dilaksanakan di 10 kota besar berpenduduk di atas 1,5 juta jiwa dalam jangka waktu lima tahun ke depan yang akan terbagi dalam tiga tahap. Dana yang dialokasikan mencapai sekitar Rp50 triliun. (*/cax) |