
Penjagaan juga tampak di lobbi gedung. Beberapa polwan dengan sigap memeriksa pengunjung yang masuk melalui pintu detektor.
Sementara itu puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) pula telah tiba. Mereka tersebar di beberapa titik yakni halaman, depan gedung dan dalam ruang sidang utama Garuda.
Tak ketinggalan anggota wanitanya. Yel-yel jelang sidang terus bergema, sebelum, proses sampai putusan dibacakan. "Allahu Akbar, Allahu Akbar," begitu pekik seorang anggota yang langsung disahuti lainnya.
Moment ini pun mendapat perhatian Kapolres Jakarta Selatan, AKBP Wiliardi yang tiba sesaat sidang dimulai. Orang nomer satu di jajaran kepolisian Jakarta Selatan itu terus memantau hingga seluruh anggota FPI meninggalkan gedung pengadilan.
Pengaman serta pengawasan ketat cukup beralasan. Pasalnya beberapa waktu FPI sempat bertindak keras dengan merusak kantor redaksi Playboy di Jalan TB Simatupang. Pun di tiap sidang FPI selalu meneriakkan yel-yel yang mengganggu jalannya persidangan.
Walau para anggota FPI merasa tidak puas dengan vonis hakim, namun tak terjadi hal-hal yang bersifat anarkis. Mereka hanya sempat berorasi di halaman gedung di bawah pengawasan ketat aparat keamanan. (kl/opa)
Lihat Profil: Erwin Arnada