Jelang Libur Panjang Okupasi Hotel di Yogyakarta 90 %
Kapanlagi.com - Menjelang libur panjang pada akhir pekan ini tingkat okupasi (hunian) hotel berbintang di Yogyakarta mencapai 90 % lebih dengan lama tinggal antara dua hingga tiga hari. "Tingkat hunian hotel pada libur panjang akhir pekan ini cukup tinggi, yakni mencapai 90 persen lebih untuk hotel berbintang, dan 80 persen untuk hotel melati," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Yogyakarta Istijab, Kamis. Menurut dia, dari jumlah tersebut wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta memang masih didominasi wisatawan domestik yang mencapai 80 persen lebih, sedangkan wisatawan asing hanya sekitar 15 persen. "Saat ini wisatawan mulai melihat kembali Yogyakarta sebagai obyek yang menarik untuk dikunjungi pascagempa 27 Mei 2006, dan masyarakat luas sudah melupakan kejadian yang memilukan itu serta sudah tidak takut lagi untuk datang ke Yogyakarta," katanya. Kata Istijab, sebelumnya PHRI Yogyakarta sempat khawatir dengan pemberitaan pengungkapan jaringan teroris di Yogyakarta dan Jawa Tengah beberapa waktu lalu yang dapat berdampak pada menurunnya minat wisatawan untuk berkunjung ke Yogyakarta. "Namun kekhawatiran ini tidak terbukti, karena wisatawan tetap berminat mengunjungi Yogyakarta," kata dia. Ia mengatakan, berkaitan dengan pemberitaan penyergapan tersangka anggota jaringan teroris dan ancaman peledakan bom di tempat hiburan yang dikirim melalaui e-mail di situs Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa waktu lalu, pihaknya bersama kepolisian telah melakukan antisipasi. "Setelah kejadian itu kami bersama Kapolda DIY Brigjen Polisi Drs AR Harry Anwar langsung melakukan koordinasi untuk langkah pengamanan," katanya. Istijab mengatakan pihak Polda DIY cukup kooperatif untuk membantu keamanan hotel maupun tempat wisata dari ancaman gangguan dengan menerjunkan anggota Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polda DIY. "Setiap hari ada satu anggota Densus 88 yang melakukan pengamanan di semua hotel, termasuk pengawasan terhadap kemungkinan munculnya ancaman gangguan keamanan," kata dia. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya (Disparsenibud) Kota Yogyakarta Hadi Mochtar mengatakan libur panjang akhir pekan ini wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta jumlahnya meningkat. "Wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta mulai menunjukkan peningkatan, meskipun belum maksimal. Pada tiga bulan pertama ini rata-rata tiap bulan jumlah wisatawan yang datang mencapai 100 ribu orang," katanya. Ia mengatakan kondisi pariwisata di Yogyakarta pascabencana gempa bumi sudah mulai bangkit, dan sejumlah tempat wisata juga sudah dibenahi, serta siap untuk menerima kunjungan wisatawan. "Memang belum pulih 100 % namun sudah mulai menunjukkan peningkatan yang menggembirakan, ini terbukti dengan penuhnya setiap hotel di Yogyakarta pada liburan akhir pekan ini. Sedangkan untuk benar-benar pulih seperti semula diperkirakan perlu waktu hingga lima tahun," kata dia. (*/rsd) |