sarang-sarang nyamuk dalam upaya pencegahan wabah dengue atau demam berdarah, kantor Lingkungan Singapura melaporkan Jumat (06/04).
Lebih dari 500 petugas dari Badan Lingkungan Nasonal (NEA) yang bekerja sama dengan perusahaan perusahaan pembasmi hama menjalankan pembersihan di Singapura yang diupayakan dapat rampung sebelum masuk bulan Juni saat nyamuk-nyamauk yang menjadi perantara DB berkembang
biak dengan cepat pada cuaca yang lebih hangat.
Sejauh ini telah terjadi kasus DB sebanyak 753 yang disebarluaskan oleh nyamuk Aedes . Wabah DB yang terhebat yang pernah terjadi di Singapura pada tahun 2005 dengan 14.209 kasus demikian catatan yang dimiliki NEA.
"Cuaca yang lebih panas dan disertai perobahan rangkaian wabah DB1-menjadi DB2 yang kita hadapi membuat kita merasa perlu menangani secara lebih aktif untuk pencegahannya," kata Tai Ji Choong kepala
operasional NEA departemen Kesehatan Lingkungan mengatakan kepada harian the Strait Times.
"Dengan memusnahkan sarang-sarang atau lingkungan yang subur untuk berkembang biak , maka kita dapat memperkecil peluang ancaman wabah,"kata Tai seperti dikutip surat kabar the Strait Times.
Perobahan dari nyamuk Aedes sejak 2005 dapat diartikan semakin sedikit orang yang memiliki kekebalan terhadap rangkaian baru wabah tersebut," kata Tai sambil menambahkan dari kasus yang ditemui tahun
ini 60%-nya adalah disebebkan oleh DB rangkaian 2.
"Misi NEA adalah untuk mencari dan sekaligus memusnahkan semua lingkungan yang berpotensi menjadi sarang tempat berkembang biak nyamuk Aedes," kata Tai menambahkan .
Tahap pertama akan meliputi daerah umumnya yang dianggap paling berpotensi berupa halaman, kebun-kebun dan tempat-tempat parkir di semua perumahan yang ada yang berjumlah 11 ribu.
Dalam tahap ke dua para petugas akan mendatangi dari rumah ke rumah.
Para pemilik rumah diingatkan untuk sering mengganti air dalam jambangan atau tempat penampungan dan menguras secara berkala tempat-tempat penyimpanan air dan membersihkan got atau saluran air untuk mencegah terjadinya sarang nyamuk yang menjadi medium penyakit
tersebut. (*/rit)