"Setelah mendapat laporan lengkap dari tim investigasi, saya memikirkan sebuah tindakan yang fundamental," kata Presiden Yudhoyono usai memimpin acara Zikir dan Doa Bersama Bagi Keselamatan Bangsa yang diprakarsai oleh Masyarakat Pers Peduli Negeri di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu pagi.
Menurut Presiden, hal yang terpenting adalah adanya perubahan mendasar yaitu memberikan sanksi bagi yang lalai dan tindakan hukum bagi mereka yang melakukan kejahatan.
Presiden Yudhoyono menyampaikan keprihatian yang mendalam atas tewasnya siswa IPDN Cliff Muntu yang diduga keras akibat penganiayaan.
"Saya sungguh menyesalkan peristiwa ini yang terjadi kembali di lembaga yang seharusnya memberi contoh bagaimana kehidupan antara senior dan yunior dilangsungkan dengan baik," katanya.
Presiden menjelaskan, kejadian itu tidak bisa ditolerir lagi dan besok (Senin, 9 April) akan memanggil Mendagri ad-interim Widodo AS untuk meminta laporan tentang peristiwa itu, termasuk meminta pertanggungjawaban Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi.
Pada kesempatan itu Presiden menyampaikan bahwa ia telah dua kali melantik praja di IPDN Jatinangor dan setiap kali itu, "saya pesankan agar dilakukan kehidupan senior-yunior secara konstruktif."
"Yunior menghormati senior, senior mendidik dan mengayomi yuniornya sehingga terjadi kehidupan yang sehat, mengatur dirinya sendiri untuk kelak menjadi pemimpin yang baik," ujarnya.
Hubungan senior dan yunior bukan hubungan yang bersifat kekerasan maupun kecemasan, katanya.
Presiden menjelaskan telah bertemu Noldi Muntu, orang tua korban Praja Madya Cliff Muntu (21) dan telah menyampaikan rasa bela sungkawa.
"Saya menghormati sikap keluarga Muntu yang menerima keadaan. Saya juga menghormati pesan mereka (keluarga itu) agar putra-putri bangsa yang ikut menimba ilmu di IPDN dapat diselamatkan," katanya.
Sementara itu usai acara zikir dan doa bersama itu, Presiden Yudhoyono menyempatkan diri menyalami para jemaah yang ikut hadir pada acara itu.
Juga hadir dalam acara itu sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu antara lain Menkominfo Sofyan Djalil, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menaker Erman Suparno, Menneg BUMN Sugiharto, Ketua Umum PWI Tarman Azzam sekaligus Penasehat Panitia Penyelenggara serta Pemimpin Umum LKBN ANTARA Asro Kamal Rokan selaku Ketua Panitia Pengarah zikir dan doa bersama itu. (*/lpk)