
Neno di depan ratusan orang tua siswa Sekolah Alam Ar-Ridho Semarang, Minggu menyatakan, keinginan orang tua tanpa didukung potensi dan minat anak tidak menjamin moral dan kemampuan mereka berkembang sesuai dengan nilai-nilai agama.
Ia memaparkan seorang tokoh bergelar profesor doktor di bidang ilmu agama yang terlibat dalam penggalian situs bersejarah, karena memiliki keyakinan di kawasan itu ada peninggalan harta karun, padahal itu tidak lebih dari takhayul.
Pemeran Sayekti dalam sinetron SAYEKTI DAN HANAFI yang populer pada 1980-an itu mengingatkan, jauh lebih penting menanamkan nilai-nilai agama pada anak sejak kecil daripada memaksa mereka masuk sekolah agama, seperti di pesantren, Pondok Gontor, dan Assalam.
"Jangan menerapkan aturan 'pokoknya'. Mungkin mereka akan menuruti tapi hatinya tidak nyaman," kata Neno dalam forum "Berbagi Cerita Bersama Bunda Neno: Ayah, Ibu, Kenalilah Potensiku".
Mengenai nilai-nilai islami yang diterapkan dalam keluarga, Neno mengaku, seminggu dua kali selalu meminta masukan dari anak-anaknya mengenai apa yang sudah dilakukannya.
"Apa kesalahan yang Ibu lakukan dalam pekan ini? Saya sering meminta maaf pada anak-anak saya, termasuk setiap akan pergi," katanya seraya menegaskan, kebiasaan salat harus ditanamkan sejak dini.
Ia juga mengingatkan orang tua agar memberi ruang yang luas pada putra-putrinya untuk mengekspresikan dan mengeksplorasi rasa ingin tahu mereka, agar jiwa dan semangat intelektualnya terus berkembang. (*/erl)
Lihat Profil: Neno Warisman