"Saya punya obsesi lagu-lagu saya dinyanyikan secara kolaborasi oleh penyanyi top dunia seperti Bryan Adams dan Luciano Pavarotti. Untuk itu sudah ada 40 judul lagu yang diaransir dan syairnya dalam bahasa asing," ujar Tito, di Pangkalpinang, beberapa waktu lalu.
Untuk maksud tersebut, Tito rela keluar dari hingar-bingar musik, pertunjukan, dan dunia rekaman. Obsesinya itu betul-betul diikuti dengan kerja keras hingga kini ke-40 lagu asingnya itu siap dinyanyikan musisi dunia.
Lagu-lagu Tito sebenarnya pernah dinyanyikan musisi besar, seperti Dave Kozz dan Jerry Nicholson, tapi itu belum cukup membuat dahaga mencipta lagunya terpuaskan. Kini, Tito tidak ingin obsesinya itu mematikan kreativitasnya di pentas dan bersolo karir. Ia datang ke Pangkalpinang untuk menyalurkan kehausannya bertemu dengan publik.
Bagi pehobi golf dengan handicapp 18 itu, musik merupakan belahan jiwanya yang tercermin dalam karya-karyanya.
Secara perlahan tawaran untuk mencipta lagu dan rekaman kembali telah menghampirinya. Tito mengaku jiwa bermusiknya tidak lagi di melankolis tapi sudah all round dan bahkan untuk musik underground pun ia ingin tampil. Namun, obsesi Tito agar lagu-lagunya dinyanyikan penyanyi besar dunia tetap membara. (*/boo)