Sekitar 500 penonton yang berharap menyaksikan pertandingan menarik harus kecewa karena lawan yang dihadapi adalah tim dari provinsi Binh Thuan, bukan klub juara nasional di negara itu.
Akibatnya pertandingan berjalan berat sebelah karena lawan yang benar-benar tidak imbang, tidak hanya hanya dari kualitas permainan, tapi juga dari postur tubuh. Rata-rata postur pemain Vietnam bertubuh mungil untuk ukuran pemain basket.
Pelatih Fictor Roring memanfaatkan pertandingan tersebut untuk merotasi seluruh pemain dan mencari susunan ideal bersama dua pemain asing, yaitu Ian Crosswhite asal Australia dan Kueth Duany asal AS.
Karena hampir tidak mendapat halangan berarti dari tim Vietnam, Duany dan Crosswhite pun menghibur penonton dengan memperagakan aksi-aksi "dunk".
Pada babak kedua, Fictor kemudian mengisirahatkan kedua pemain asingnya dan beralih mengandalkan pemain lokal yang mayoritas adalah anggota pelatnas SEA Games 2007.
Usai pertandingan, Fictor yang akrab disapa Ito itu mengakui bahwa ia belum bisa memaksimalkan kedua pemain asing yang masing-masing dibayar 5000 dolar AS itu mengingat lemahnya lawan yang dihadapi.
"Kemampuan kedua pemain asing itu baru akan bisa diketahui saat berhadapan dengan Filipina besok (Rabu, 11/4)." kata Ito yang juga pelatih pelatnas itu.
Denny Sumargo tampil sebagai topskor SM Britama dengan 17 angka, disusul Kueth Duany dengan 11 angka. Sementara angka tertinggi untuk Vietnam diraih Ly Cong Sang dengan enam angka.
Kejuaraan antar-klub itu hanya diikuti oleh empat tim, yaitu tuan rumah SM Britama, Petronas (Malaysia), Harbor Center (Filipina) dan Binh Thuan (Vietnam).
Tim juara berhak mewakili Asia Tenggara mengikuti Kejuaraan Asia di Tehran, Iran pada Juli mendatang.
Kejuaraan tersebut terlihat sepi peminat sehingga panitia pertandingan pun harus mengeluarkan subsidi bagi Vietnam agar mengirim tim supaya memenuhi syarat untuk menggelar kejuaraan, yaitu diikuti lebih dari tiga negara.
Pada pertandingan hari kedua, Rabu (11/04), Satria Muda akan berhadapan dengan Harbor Center (Filipina) dan Petronas (Malaysia) ditantang Binh Thuan. (*/lpk)