< >

Federer Siap Bangkit di Lapangan Tanah Liat

Rabu, 11 April 2007 08:52
Kapanlagi.com - Petenis putra nomor satu dunia, Roger Federer, memperingatkan para saingannya bahwa ia sudah siap sepenuhnya untuk memulai musim lapangan tanah liat, meskipun baru-baru ini mengalami kekalahan mengejutkan dari petenis Argentina, Guillermo Canas.

Federer, yang biasanya tanpa cacat, secara tak terduda dua kali dikalahkan Canas, yang sekarang ini menduduki peringkat 29 dunia, di event lapangan keras Seri Master di Indian Wells dan Miami, tetapi hari Selasa menyatakan bahwa ia siap untuk bangkit di lapangan tanah liat.

"Mereka merupakan lawan berat bagi saya dan Miami khususnya sangat menyakitkan, karena kalah 7-6 di set ketiga tidak pernah menyenangkan," kata Federer pada konferensi pers di kota kelahirannya, Basel.

"Tetapi, jujur saja saya lebih senang kalah dua kali dari pemain yang sama dibanding kalah dua kali dari pemain yang berbeda," katanya.

"Saya kira bila saya kalah dua kali dari dua pemain yang berbeda, saya akan berfikir bahwa saya bermain tidak baik, tetapi bila kalah dari satu pemain, maka saya dapat berfikir bahwa pemain ini sedang berada di atas angin. Itu lebih mudah untuk dicerna," kata Federer.

Federer, 10 kali juara Grand Slam, berada di Basel untuk meresmikan perangko bergambar dirinya sebagai penghormatan Kantor Pos Swiss kepadanya.

Ia akan terbang ke Monaco hari Rabu untuk mengikuti turnamen Seri Master lapangan tanah liat pekan depan di Monte Carlo.

Federer belum bertanding sejak kekalahan keduanya atas Canas 27 Maret dan ia berharap kekalahannya itu bahkan akan dapat memberi hikmah baginya dalam jangka panjang -- dengan memberinya lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri bagi jadwalnya yang padat di musin panas.

"Itulah satu-satunya keuntungan yang dapat saya lihat, karena hal itu pasti sedikit menurunkan kepercayaan saya, tetapi hal itu juga memberikan waktu lebih banyak kepada saya dan barangkali juga merupakan hal yang baik," kata Federer.

"Yang pasti, itulah yang tidak saya alami selama dua atau tiga tahun terakhir, salah satu dari kekalahan yang mengejutkan, dimana secara tiba-tiba saya mempunyai waktu istirahat lebih banyak, jadi saya harap hal itu dapat mebantu saya di masa mendatang," katanya.

Federer mengatakan ia memanfaatkan waktu sejak kekalahan keduanya itu untuk meningkatkan tingkat kesehatannya bersama pelatih Pierre Paganini dan akan menggunakan Monte Carlo untuk menguji tingkat permainannya di lapangan tanah liat.

"Selama ini saya mengabaikan Monaco agar saya dapat beristirahat, tetapi sekarang saya tidak berbuat demikian karena turnamen tersebut bisa memberi gagasan yang baik tentang bagaimana permainan kita dan bagaimana hasil latihan di lapangan.

"Begitu juga dengan Perancis Terbuka dan bahkan bila kita kalah di babak pertama, hal itu memberikan indikasi tentang bagaimana pemain lainnya bermain dan mengingatkan kita bagaimana mestinya bermain di lapangan tanah liat," katanya.

Meskipun sejak remaja sudah bermain di lapangan tanah liat, tetapi Federer tidak pernah bermain sehebat di lapangan keras.

Akibatnya, ia masih memburu gelar pertamanya di Perancis Terbuka, satu-satunya turnamen Grand Slam yang belum pernah ia juarai.

"Tahun lalu saya tidak dapat menenangi satu turnamen pun di lapangan tanah liat, jadi saya ingin meraihnya tahun ini, dan Perancis Terbuka merupakan sasaran utama saya, sebagai satu-satunya Grand Slam yang belum pernah saya juarai," kata Federer.

"Bila saya dapat menjuarainya tahun ini, itu berarti saya masih bisa menjuarai keempat Grand Slam secara berturut-turut. Kemudian pada bulan berikutnya saya akan berusaha menyamai rekor Bjorn Borg (meraih lima gelar Wimbledon secara berturut-turut), jadi musim itu akan merupakan musim panas yang sangat menarik bagi saya," katanya.

"Waktu luang setelah Miami saya harap akan menjadi bagian penting untuk membuat saya benar-benar siap menghadapi 12 pekan yang keras di masa mendatang,` kata Federer. (*/cax)