"Instalasi berkapasitas 35.000 kiloliter (KL) itu akan menghabiskan dana investasi sedikitnya Rp100 miliar," kata Soehartoko, General Manager PT. Pertamina Unit Pemasaran (UPms) VII Sulawesi di sela-sela menerima kunjungan Tim Komisi VII DPR RI di Makassar awal pekan ini.
Kapasitas instalasi transit BBM di Baubau ini mencapai dua kali lipat dari Depo BBM Makassar, Sulawesi Selatan yang berkapasitas 17.500 KL, sehingga nantinya, isntalasi Baubau ini akan menjadi Depo BBM terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Pertamina membangun instalasi tersebut untuk mengurangi beban Depo BBM Makassar yang selama ini harus mendistribusikan kebutuhan BBM di Depo-depo Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
"Untuk memenuhi kebutuhan Sulsel saja, Depo Makassar yang berkapasitas sekitar 17.500 KL sudah kewalahan. Karena itu, kita membangun depo besar di Baubau," ujarnya.
Tahap konstruksi pembangunan instalasi transit di Baubau tersebut akan dimulai pertengahan 2007 ini dan diharapkan beroperasi tahun 2009.
Baubau dipilih karena letaknya yang strategis di wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara, karena instalasi transit ini akan melayani Depo BBM di Kolaka, Baubau, Kendari dan Raha yang selama ini harus dilayani Depo BBM Makassar.
Dengan demikian, Depo Makassar nantinya tinggal melayani kebutuhan Kota Makassar, Parepare dan Palopo, sedangkan Depo Baubau melayani kebutuhan di Kolaka, Baubau, Raha dan Kendari sedangkan untukSulteng dilayani Depo Donggala dan Sulut dan Gorontalo oleh Depo Bitung.
"Dengan pembagian ini, distribusi BBM ke seluruh daerah di Sulawesi akan lebih cepat, aman dan lancar," ujarnya dengan menambahkan, distribusi BBM ke seluruh Sulawesi dipasok oleh Unit Pengolahan V Balikpakan.
Soehartoko menjelaskan, selama tahun 2007 ini, pihaknya mendapat jatah untuk menyalurkan BBM ke seluruh Sulawesi berupa premium 1.052.000 KL, minyak tanah 523.200 KL, solar 1.345.000 KL, minyak diesel 14.000 KL, minyak bakar 255.000 KL.
Avtur/Avigas untuk pesawat terbang 291.138 KL, pertamax 3.000 KL, pelumas 24.000 KL dan elpiji 43.700 KL. (*/rit)