Perbedaan harga minyak Brent dan kontrak minyak New York sebesar US$.
"Kami perdagangkan pada tingkat terendah di kisaran US$60. Harga itu sebelum penangkapan para pelaut Inggris. Kami kembali ke tingkat itu sekarang dan dukungan fundamental di pasar mencegah harga jatuh dari tingkat harga inin," kata Victor Shum, konsultan energi senior dari Purvin and Gertz.
Harga minyak mentah untuk perdagangan berjangka di New York Mercantile Exchnage naik menjadi di atas US$66 per barel setelah Iran menangkap 15 anggota Angkatan Laut Inggris di perairan Teluk pada 23 Maret lalu. Mereka dipulangkan pekan lalu setelah dibebaskan oleh pemerintah Iran.
"Produk pasar secara keseluruhan masih relatif ketat dan laporan energi AS memperkirakan akan terjadi kenaikan dan memberikan dukungan fundamental," kata Shum, mengacu pada laporan cadangan dari Deapartemen Energi AS yang akan dirilis, Rabu siang ini.
"Harapan secara umum adalah laporan cadangan akan meningkat sehingga memberikan dukungan fundamental bagi minyak mentah di masa datang," katanya.
Cadangan bahan bakar minyak (BBM) AS terus menjadi perhatian pasar menjelang masuknya musim panas dimana warga AS melakukan perjalanan dengan mengendarai kendaraan bermotor untuk liburan.
"Orang mengharapkan stok bensin terus ditarik dimana biasa menjadi tren pada triwulan pertama tahun ini. Kebutuhan produk minyak bagus dan mengetatkan keseimbangan sebelum masuknya musim berkendaraan," kata Shum.
Dalam jangka panjang, isu geopolitik tetap menggelitik termasuk isu program nuklir Iran yang memberikan penguatan kepada pasar, tambahnya.
Uni Eropa, Selasa, mendesak Teheran untuk tidak menentang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menambah tekanan diplomatik internasional bagi Teheran setelah klaimnya bahwa Iran dapat melanjutkan pengayaan uranium dalam skala industri.
Republik Islam ini menekankan bahwa program nuklirnya hanya untuk menghasilkan energi, sedangkan AS menuduh Iran akan membuat senjata nuklir.
Sikap Iran menolak permintaan negara-negara Barat untuk menghentikan program pengayaan nuklirnya menuai dua paket sanksi PBB tetapi Teheran namapkanya tidak terganggu untuk menghentikan proses pengayaan uranium yang sensitif tersebut.
Ada sejumlah kekhawatiran bahwa Iran, produsen minyak mentah terbesar keempat dunia, dapat mengacaukan ekspor minyaknya sehingga menyulitkan PBB. (/rit)