< >

APPSI DKI Jaya: 84 Ribu Pedagang Pasar Terancam Gulung Tikar

Rabu, 11 April 2007 20:03
Kapanlagi.com - Sekitar 84 ribu pedagang pasar di DKI Jakarta terancam gulung tikar karena kalah bersaing dengan pasar modern.

"Terjadi penyusutan jumlah pedagang di DKI, sebanyak 70 % dari 120 ribu pedagang pasar, itu yang resmi (tercatat)," kata Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKIB Jakarta, Hasan Basri, di sela-sela Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) APPSI Jakarta, di Jakarta, Rabu.

Hasan menjelaskan 70 % pedagang pasar DKI Jakarta itu ada yang memang meninggalkan tokonya dan beralih profesi, ada pula yang tetap berdagang meski tidak mendapat keuntungan.

"Setiap tahun omzet kami turun rata-rata 60 %, untuk seluruh produk dari tekstil, sepatu dan barang kelontong," ujarnya.

Penurunan omzet tersebut, lanjut Hasan, karena pasar tradisional kalah bersaing dengan pasar modern yang menjual dengan harga lebih murah dari pada harga di produsen.

"Jalur distribusi pasar tradisional memang panjang antara lima hingga tujuh tahap, sementara ritel besar bisa memproduksi secara massal dan menguasai dari hulu sampai hilirnya," katanya.

Meski demikian, Hasan menambahkan 20 % dari 151 pasar yang ada di Jakarta masih memiliki prospek yang bagus karena lokasinya strategis dan tertata dengan baik.

Pasar-pasar yang mampu bersaing dengan pasar tradisional antara lain Pasar Tanah Abang, Cipulir, Kebayoran Lama, Koja, Rawamangun, Pasar Minggu, Blok M, Mayestik, dan Kramat Jati.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Gubernur DKIB Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan pemerintah daerah (Pemda) tetap berkomitmen mendorong pertumbuhan pasar tradisional.

"Kita harus lihat sektor ekonomi ini secara keseluruhan. Ada pangsa pasar tradisional dan non tradisional. Semua harus dapat perhatian yang proporsional dan dijamin eksistensinya," kata Fauzi.

Fauzi menambahkan pemda akan menjaga pasar tradisional dan modern agar dapat berkembang bersama.

"Jangan terlalu dipertentangkan antara yang modern dan tradisional, yang penting semua bisa survive," ujar Fauzi. (*/rsd)