Depdagri Sertijab Rektor IPDN

Kapanlagi.com - Departemen Dalam Negeri (Depdagri) melakukan serah terima jabatan (sertijab) rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang sebelumnya dijabat oleh I Nyoman Sumaryadi digantikan oleh Johanis Kaloh.

Acara sertijab rektor IPDN kepada Plt Rektor IPDN Johanis Kaloh oleh Sekretaris Jenderal Depdagri Progo Nurdjaman (bertugas mewakili Mendagri ad interim Widodo AS) itu, dilakukan di Gedung Depdagri Jakarta, Kamis.

Progo mengatakan pengalihan tugas itu untuk menjaga objektivitas tim investigasi yang hingga kini masih berlangsung terkait kasus meninggalnya Praja Tingkat II IPDN asal Menado, Sulawesi Utara Cliff Muntu.

"Keputusan Mendagri ini, sebagai tindak lanjut dari arahan Pak Presiden," kata Progo.

Progo menegaskan, selain memberhentikan sementara I Nyoman Sumaryadi, Presiden juga mengintruksikan agar menutup IPDN sementara, sehingga Depdagri akan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh daerah agar tidak mengirimkan calon praja tahun ini.

Depdagri juga akan mengadakan pertemuan khusus dengan kepala daerah, untuk mendapatkan masukan terkait pembenahan sistem pendidikan di IPDN.

"Kita akan panggil mereka. Kami juga berterima kasih atas semua masukan dari masyarakat selama ini atas IPDN," katanya.

Setelah sertijab Johanis Kaloh mengatakan akan melanjutkan kebijakan yang sudah disiapkan rektor lama, di antaranya membubarkan kegiatan wahana bina praja dan pembenahan pola pengasuhan.

"Langkah itu, sesuai dengan petunjuk Presiden agar seluruh kegiatan mahasiswa diawasi," ujarnya.

Sementara itu I Nyoman Sumaryadi mengatakan menerima keputusan pemerintah dengan penon-aktifan dirinya.

Nyoman mengaku, bahwa secara moril bertangung jawab atas kematian Cliff Muntu. Namun, ia menegaskan, sebenarnya peristiwa itu, terjadi di luar sistem pendidikan yang ada.

"Kekerasan itu, terwarisi dari dulu, itu saya akui," katanya.

Nyoman, juga membantah adanya kesan bahwa dirinya menutupi kejadian yang sebenarnya.

"Kalau saya terkesan menutup-nutupi, mereka saja yang tidak paham birokrasi," tambah Nyoman. (*/cax)

©2003-2007 KapanLagi.com