WFP Rehab Kebun Kopi Telantar di Aceh Tengah

Kapanlagi.com - Lembaga donor internasional, World Food Programme (WFP) Swedia merehabilitasi tanaman kopi seluas 434 hektare yang telantar akibat konflik di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

"Kami akan terus berusaha membantu proses perbaikan tanaman perkebunan kopi masyarakat yang selama ini terlantar akibat konflik," kata Asisten Program WFP, Gina Meutia di Takengon, ibukota Kabupaten Aceh Tengah, Kamis.

Penyataan tersebut disampaikan saat pertemuan pejabat WFP dengan Bupati Aceh Tengah Nasaruddin beserta unsur muspida Kabupaten setempat.

Gina Meutia mengatakan bantuan tersebut dianggap sangat penting dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat yang terkena imbas konflik.

Ia mengatakan saat ini WFP memfokuskan programnya pada pemberian bantuan pada proses rehab perkebunan kopi masyarakat yang terbengkalai akibat konfik.

Dari total seluas 434 hektare tersebut, seluas 235 hektare lahan perkebunan telantar sudah selesai direhab sedangkan 199 hektare lagi akan menyusul.

Diharapkan melalui bantuan WFP tersebut, lahan kopi yang telantar akibat konflik dapat kembali produktif, sehingga produksi tanaman kopi di masa mendatang meningkat.

"Selain dana rehab, para pemilik perkebunan juga memperoleh upah kerja dan beras sebanyak 170 Kg yang diserahan melalui dinas sosial dan LSM," katanya.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Nasaruddin menyampaikan terima kasih atas bantuan WFP tersebut, sehingga ribuan petani kopi dapat kembali menggarap lahannya.

"Kami mengharapkan WFP tidak hanya memfokuskan bantuannya pada rehabilitasi kebun saja, namun juga pada sektor pembangunan lainnya," kata Nasaruddin. (*/rsd)

©2003-2007 KapanLagi.com