Nidji Hibur Pengungsi Korban Lumpur
Kapanlagi.com - Bencana semburan lumpur Lapindo Brantas Inc, Porong, Sidoarjo, tampaknya cukup menarik simpati para artis, salah satunya Nidji, grup musik idola remaja yang menggelar konser sosial di tempat pengungsian di Pasar Baru Porong, Kamis (12/4) sore."Atas permintaan produsen kami sengaja menggelar konser ke Sidoarjo. Selain memberi hiburan, juga memberi motivasi kepada korban lumpur dalam menjalani hidup," kata Husein Albana, salah satu anggota Even Organizer (EO) Tour Nidji di Jatim. Selain memberi tontotan gratis, dalam kesempatan tersebut para personel Nidji juga melakukan dialog dengan pengungsi korban lumpur dan menyerahkan bantuan berupa mie instan, sebanyak 200 kardus. Meski tampil di atas panggung kecil, penampilan Nidji tetap memikat ratusan pengungsi korban lumpur di Pasar Baru Porong. Mereka dengan tertib menyaksikan aksi panggung grup band asal Jakarta ini. "Lumayan, sejenak melupakan hidup susah," kata seorang penghuni Pasar Baru Porong. Sementara itu, Legowo, dari pihak PT Djarum selalu memprakrasa kegiatan mengatakan, pihaknya sengaja mengajak Nidji ke Porong, khusus untuk menghibur pra pengungsi korban luapan lumpur Lapindo. "Kita datang untuk menghibur dan memberi bantuan," tambahnya. Didesak Pindah Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendesak warga pengungsian korban lumpur di Pasar Baru Porong untuk segera pindah atau mencari kontrakan. Warga diberi batas waktu sampai akhir April ini untuk segera mengosongkan pengungsian. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo Hisyam Rosyidi di Sidoarjo mengatakan, pencairan uang kontrak akan diberikan terakhir pada tanggal 20 April, sehingga ada tenggang waktu 10 hari bagi warga yang sudah menerima uang kontrak untuk segera pindah. Sementara itu, dari data yang ada di Satlak jumlah pengungsian yang masih bertahan di Pasar Baru Porong hingga saat ini sekitar mencapai 1.680 KK atau kurang 4.000 jiwa. Warga yang masih bertahan itu berasal dari Desa Renokenongo dan Kedungbendo, khususnya warga Perum TAS I. Dari jumlah itu memang ada sebagian yang tidak mau pindah dari Pasar Baru Porong, termasuk warga Dusun Wangkal Desa Renokenongo yang tidak mau menerima uang kontrak, sehingga konsekuensinya mereka menolak untuk pindah dari pengungsian. Alasannya uang kontrak yang diberikan Lapindo kepada korban luapan Lumpur ini tidak sesuai dengan harga kontrak. (*/bun) |