
Katanya, kalau pihak Tata merasa dirugikan atas pemberitaan tersebut, dirinya mempersilahkan Tata untuk melaporkan Tommy ke polisi.
"Kita sih siap saja dilaporkan. Memang kenyataannya seperti itu. Waktu itu yang bilang malah kakak iparnya sendiri, Mbak Tutut. Jadi kalau keberatan, silakan laporkan, nggak usah heboh," kata Salim, saat ditemui di Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (12/4) sore.
Kedatangan Salim sendiri bermaksud untuk menindaklanjuti kedatangan kuasa hukum Tata, Junimart Girsang, Selasa (10/4) lalu. Dirinya juga memberikan keterangan bahwa sampai saat ini yang diinginkan kliennya hanyalah bertemu dengan anak-anaknya, bukan Tata.
Dirinya juga menyakinkan kalau kedua anak Tommy masih berada di luar negeri. Ide untuk menyusul ke Singapura juga tampaknya tak bisa dilakukan oleh Tommy. Pasalnya, saat ini yang bersangkutan sedang dalam masa pencekalan oleh pemerintah Indonesia.
"Kenapa Tommy nggak ke Singapura sendiri? Soalnya bagaimana, Singapura kan tempat orang pada kabur. Nanti kalau Tommy ke sana, dibilang Tommy lari lagi. Kami berharap di pertemuan yang akan dilangsungkan minggu depan, kami berharap ada kelanjutannya," pungkas Salim. (kl/fia)
Lihat Profil: Tommy Soeharto, Tata