< >

Aceh Sering Diguncang Gempa Tektonik, Namun Tak Akan Ada Tsunami

Jum'at, 13 April 2007 10:52
Kapanlagi.com - Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) hingga pekan kedua April 2007 masih sering diguncang gempa tektonik dengan hitungan setiap harinya antara 15 sampai 20 kali, namun hanya sebagian kecil yang dirasakan manusia , dan diperkirakan tak akan ada gelombang laut besar atau tsunami.

Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie, Kabupaten Aceh Besar, Syahnan, di Banda Aceh, Jumat, menyebutkan goncangan gempa tektonik yang terjadi selama ini pusatnya di laut yang sering dirasakan masyarakat di Aceh Barat dan gugusan Pulau Simeulue.

Pasca gempa utama akhir tahun 2004 berkekuatan 8,9 pada Skala Richter (SR) yang disertai gelombang air laut dengan menewaskan ratusan ribu orang dirasakan guncangan gempa semakin semakin mengejutkan masyarakat di provinsi ujung barat Indonesia itu.

Syahnan menyebut contoh, sepanjang Januari 2007 tercatat pada seismograph di Mata ie sebanyak 292 kali, namun yang dirasakan manusia sebanyak empat kaki dengan kekuatan antara 4,0 sampai 5,1 SR.

Sepanjang Februari terjadi gempa susulan 279 kali, sedangkan yang dirasakan manusia hanya lima kali dengan kekuatan 4,5 sampai 5,3 SR .

Kemudian selama Maret tercatat 238 kali gempa, yang lima kali di antaranya dirasakan manusia dengan kekuaran terbesar 5,5 SR.

Menurut Syahnan, hingga memasuki pekan kedua kedua April, gempa susulan yang tercatat pada seismograph Mata Ie sebanyak 106 kali, namun yang dirasakan manusia, termasuk mereka dalam kesibukan hanya satu kali dengan kekuatan 5,3 SR.

Gempa terakhir terjadi 7 April lalu berpusat sekitar 89 KM sebelah barat laut Sinabang, ibukota Kabupaten Simeulue, sehingga sempat menimbulkan kepanikan dikalangan warga dan turut dirasakan sebagian penduduk Aceh Barat.

"Dari data tersebut terlihat, frekuensi gempa gempa di Aceh masih banyak, namun diyakini tidak akan menimbulkan tsunami susulan," kata Syahnan.

Secara umum, gempa susulan yang dirasakan manusia selama tiga bulan terakhir ini berkekuatan antara 4,5 sampai 5,5 SR , namun tidak menimbulkan kerusakan pada bangunan, kecuali sebagian warga berhamburan keluar rumah karena masih trauma dengan gempa utama lalu yang disertai tsunami. (*/cax)