Keluarga Korban Hilang KM Senopati Akan Mendapat Santunan
Kapanlagi.com - Para keluarga korban penumpang KM Senopati Nusantara yang hilang di perairan Mandalika, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, akan mendapat santunan. Pembayaran akan dimulai 26 April 2007. Menurut Kepala Badan Informasi, Komunikasi, dan Kehumasan (BIKK) Jateng, Saman Kadarisman, di Semarang, Jumat, keluarga korban atau ahli waris bisa mengajukan persyaratan kepada Tim Verifikasi Korban KM Senopati untuk pencairan santunan. "Tim verifikasi kini telah terbentuk. Tim ini bertugas menangani korban yang belum diketemukan. Tim tediri atas PT Asuransi Jasa Raharja, PT Prima Vista, dan Pemprov Jateng," katanya. Ia mengatakan, santunan akan segera dibayarkan asalkan data-data yang disodorkan ahli waris kepada tim verifikasi memenuhi syarat, sedangkan untuk memudahkan ahli waris dalam pencairan, pembayaran santunan dilakukan di Kantor Jasa Raharja di kabupaten/kota para ahli waris korban. Pemberian santunan kepada masing-masing korban yang hilang sama dengan penumpang meninggal secara utuh, yakni PT Jasa Raharja Rp10 Juta, PT Prima Vista Rp15 Juta, Pemprov Jateng Rp2,5 juta. "Santunan tidak ada pemotongan sama sekali. Pengambilan santunan tak usah melalui kuasa hukum. Cukup ahli waris keluarga korban. Prinsipnya, begitu memenuhi persyaratan dan identitas yang dibawa jelas akan segera mendapatkan santunan," katanya. Asisten III Setda Jateng Slamet Budi Prayitno mengatakan, syarat mendapatkan santunan adalah fotokopi KK, surat keterangan kepala kelurahan/desa, surat ahli waris, dan syarat lain yang bisa didapatkan di Jasa Raharja. Berdasarkan data jumlah penumpang manifes KM Senopati, kata Saman Kadarisman, jumlah korban yang belum ditemukan mencapai 330 orang, sedangkan Pemprov Jateng mencatat, total penumpang yang naik kapal sebanyak 542 orang. Di samping itu, katanya, masih ada sopir dan kernet truk (29 orang), dan ABK (57 orang), sehingga total penghuni kapal mencapai 628 orang, sedangkan dari jumlah itu, yang selamat dan berhasil ditemukan 235 orang. "Dari 63 orang korban yang meninggal dunia. Yang teridentifikasi 21 orang dan yang belum teridentifikasi 42 orang. Ada tiga orang yang ditemukan di Kepulauan Sulawesi Utara pada 15 Maret 2007. Dari jumlah itu dua orang belum teridentifikasi yang dimakamkan di TPU Kebongan Kidul Rembang, sementara satu orang sudah teridentifikasi dikirim ke rumah duka. (*/rsd) |