< >

Dua Warga Samarinda Ditemukan Tewas di Kutai Timur

Sabtu, 14 April 2007 15:21
Kapanlagi.com - Warga Desa Sempayau Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur, Jumat (13/4) sekitar pukul 11:00 wita digegerkan penemuan dua mayat di tengah hutan di Kilometer 9 Kalimaro.

Dilaporkan bahwa Kondisi kedua mayat warga Jalan Merdeka, Samarinda Utara itu sudah membusuk dan tinggal kerangkanya saja. Kuat dugaan bahwa keduanya dibunuh, karena satu mayat terlihat tangannya dalam keadaan terlikat dan sekitar satu meter terdapat kerangka mayat yang lainnya.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi yang datang sesetelah mendapat laporan warga langsung melakukan identifikasi.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan kartu identitas dan seutas tali. Tidak jauh dari lokasi mayat penemuan itu, polisi juga menemukan sebuah mobil boks yang diduga milik kedua korban.

"Dari kartu identitas itu kita ketahui korban bernama Adi Chandra (43) warga Jalan Merdeka III, Samarinda Ilir dan korban satunya bernama Yulianto (24) warga Jalan Kamboja Kelurahan Rawa Makmur, Samarinda," Kata Kapolres Kutai Timur Ajun Komisaris Bambang Sukardi.

Kedua mayat itu pertama kali oleh Seko (18) warga Sempayau Sangkulirang ketika hendak memancing di pinggir sungai di tengah hutan Sangkulirang.

"Kedua mayat itu pertama kali ditemukan seorang pemuda saat hendak memancing. Dalam pemeriksaan, saksi mengaku mencium aroma tidak sedap sehingga mencari asal bau menyegat itu," ujar Kapolres Kutai Timur mengungkapkan.

Polisi belum bisa memastikan penyebab kematian kedua warga Samarinda itu namun jika melihat posisi kedua mayat tersebut ditemukan maka kuat dugaan bahwa mereka korban kejahatan.

"Untuk kepentingan penyelidikan, kedua korban akan kita otopsi di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) AW, Sjahranie Samarinda. Kami belum bisa memastikan penyebab kematiannya sebelum dilakukan otopsi," imbuh Bambang Sukardi.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan belum bisa memastikan motifnya,"ujar Bambang Sukardi.

Sementara, informasi yang dihimpun hingga Sabtu dinihari, kedua korban yang merupakan warga Samarinda keturunan Thionghoa itu dilaporkan hilang sejak dua pekan lalu.

Keduanya dinyatakan hilang saat mengantarkan barang dagangan dengan mobil boks dari Samarinda menuju Sangatta, Kutai Timur. (*/cax)