Penembakan-penembakan itu terjadi pada saat Thailand yang mayoritas berpenduduk penganut Budha dalam kewaspadaan tinggi atas kemungkinan terjadinya serangan-serangan teror selama liburan Tahun Baru ummat Budhist yang berlangsung selama lima hari, yang dimulai hari Jum`at.
Pasukan keamanan mulai melancarkan tembakan pada Jum`at malam setelah satu kelompok yang terdiri lima bocah Muslim berlari ke arah mereka saat mereka berusaha memadamkan api pada sebuah pangkalan radio seluler di Pattani, salah satu dari tiga provinsi selatan yang bergolak.
Meskipun bocah-bocah itu tidak bersenjata, namun polisi menegaskan, bahwa pasukan keamanan bertindak demi mempertahankan diri sendiri.
"Ketika pasukan keamanan bekerja memadamkan api, lima remaja berlari ke arah mereka dan berusaha menyerang kepada pasukan keamanan," kata seorang pejabat polisi.
Dua bocah lelaki, berumur 13 tahun dan 14 tahun, Jum`at malam tewas, dan lainnya bocah lelaki berumur 14 tahun, meninggal saat dibawah ke satu rumahsakit Sabtu pagi, kata polisi, seraya menambahkan bahwa dalam serangan itu dua lainnya terluka.
Di provinsi terdekatnya, Narathiwat, dua orang lelaki Muslim, masing-masing berusia 26 dan 29 tahun, ditembak tewas oleh orang-orang yang dicurigai militan Islam dan melakukan penembakan dari mobil sedangkan mereka mengendari sepeda-motor Sabtu, kata polisi.
Juga masih di Narathiwat, remaja laki-laki Muslim berumur 19 tahun ditembak mati Jum`at malam oleh penembak yang sedang berkendaraan lainnya.
Seperti diketahui, Thailand sedang merayakan hari besar Budha, dan anggota polisi dikerahkan mencapai 40.000 petugas di seluruh negara di tengah-tengah kekhawatiran atas terjadinya serangan teror selama liburan.
Untuk memukul pemberontakan di selatan, pemerintah meningkatkan keamanan di ibukota dan lebih banyak lagi polisi ditambahkan untuk mengawal daerah-daerah yang padat pengunjung, seperti stasiun-stasiun kereta api, pusat-pusat perbelanjaan dan bandara internasional Bangkok.
Ledakan-ledakan bom melanda Bangkok saat merayakan Tahu Baru, menewaskan tiga orang dan melukai belasan orang lainnya, termasuk turis asing.
Serangan-serangan Bangkok ini disusul aksi pembakaran dan pemboman di seluruh wilayah yang mayoritas penduduknya Muslim di selatan, dimulai pada hari pertama peringatan Tahun Baru Bulan pada Februari, yang menewaskan sembilan orang dan 44 lainnya cedera.
Lebih dari 2.000 orang dibunuh pada tiga tahun terakhir dalam di wilayah selatan Thai yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Sejak kudeta September, pemerintah Thailand yang dilantik oleh militer, meluncurkanlangkah-langkah perdamaian. Sebab kalangan dilihat peperangan yang makin meningkat dalam enam bulan terakhir. (*/rit)