Kejadian di saat perayaan Tahun Baru Budha itu terjadi di air terjun Sairung dan Prai Sawan, Provinsi Trang, saat pengunjung menikmati libur lima harinya.
"Banyak orang berenang saat banjir bandang melanda air terjun. Banjir datang begitu cepat dan terjadi dalam 10 menit," kata seorang petugas penanggulangan bencana yang tidak mau disebut namanya.
"Paling tidak 27 orang tewas dan sejumlah besar orang masih hilang," katanya lalu menambahkan dia tidak dapat merinci jumlah mereka yang belum ditemukan.
Saat banjir bandang melanda kedua lokasi yang terpisah lima kilometer tersebut, ada sekitar 100 pengunjung di kedua tempat itu, katanya.
Kerumunan pengunjung tersebut lebih banyak dari biasanya, karena saat itu sedang liburan tahun baru Budha.
"Orang sedang menikmati dan bersantai di air terjun dan mereka benar-benar tidak menyangka banjir melanda," kata petugas tersebut.
Ratusan tenaga penolong termasuk personel militer, polisi setempat serta sukarelawan dikerahkan untuk mencari mereka yang hilang serta menolong yang selamat, kata seorang pejabat tinggi provinsi.
"Kami terus melakukan usaha pencarian dan pertolongan," katanya.
Kebanyakan korban adalah perempuan dan anak-anak, kata seorang petugas rumah sakit.
Beberapa wisatawan yang terluka tersangkut di bebatuan serta pepohonan dan mereka menunggu para penolong, tulis koran berbahasa Inggris, The Nation, dalam situs webnya. Kawasan itu sejak Kamis dilanda hujan lebat. (*/bun)