Menurut pantauan, penjualan notebook di ITC Kebonkelapa Bandung, BEC Jalan Purnawarman dan BeMall Jalan Naripan, menunjukan, banyak pembeli lebih mengutamakan pada spesifikasi multimedia ketimbang tawaran harga murah yang banyak disodorkan para pedagang komputer yang menjamur.
Desi, tenaga penjual di ITC Kebon Kelapa Bandung, Minggu (15/4), mengakui, hingga kini yang mendominasi penjualan notebook jinjing adalah komputer yang memiliki spesifikasi canggih, kualitas bagus serta provider pemain lama.
"Kebanyakan konsumen yang datang ke sini memilih notebook siap pakai, multimedia dan tentu lebih canggih seperti komputer dengan prosesor Intel Core Duo (ICD) lebih diminati," katanya.
Sehari mampu menjual hingga lima unit dalam satu bulan terakhir ini, katanya. Padahal sebelum banjir melanda Jakarta, permintaan komputer jinjing jenis ini sulit terjual, saat itu lebih banyak konsumen mencari laptop bekas dengan harga di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp4,2 juta dengan sfesifikasi pentium tiga atau empat, khususnya konsumen mahasiswa, tambahnya.
Sementara itu Ir Yud Hadiono, pengelola juga pemilik toko komputer di BEC Purnawarman Bandung, mengatakan, pekan-pekan ini banyak konsumen menanyakan dan bertransaksi jenis notebook yang memiliki spesifikasi Intel Core Duo.
"Meski harganya relatif mahal diatas Rp. 11 juta lebih, namun transaksi terjadi juga, hingga satu hari mampu menjual rata-rata sebanyak sembilan unit," katanya.
Hani, tenaga penjual di BeMall jalan Naripan Bandung mengatakan, teknologi yang lebih maju dengan sfesifikasi Intel Core Duo, memang sedang merajai pasar laptop pekan-pekan ini, daripada jenis yang hampir sama dengan harga yang relatif lebih murah dibawah harga Rp10 jutaan.
Menurut dia, banyak konsumen yang datang ke stan toko komputernya dengan anggaran sangat terbatas, sehingga yang didapat hanya sejenis laptop sfesifikasi prosesor Intel Celeron, dengan RAM 512MB yang harganya antara Rp4,8 juta hingga Rp6,05 juta per unit. (*/bun)