Polusi Tinggi Alami Sungai Yangtze

Kapanlagi.com - Jutaan ton berbagai jenis limbah mengairi aliran sungai terpanjang di Cina, Sungai Yangtze, sehingga mengancam kelangsungan keberadaan makhluk hidup di perairan itu.

"Sungai terpanjang ketiga di dunia itu, mengalami kerusakan alam, juga mengalami penurunan kualitas air dan kehilangan sejumlah keanekaragaman hayati, " demikian Laporan Konservasi dan Pengembangan Sungai Yangtze tahun 2007, seperti dikutip Cina Daily, di Beijing, Selasa.

Studi komprehensif yang dilakukan menunjukkan bahwa sepersepuluh dari 6.2111 aliran utama sungai itu dalam kondisi yang kritis.

Hampir 30 persen dari sejumlah anak sungai, seperti SUngai Minjiang, Sungai Tuojiang, Sungai Xiangjiang, dan SUngai Huangpu, berada dalam kondisi yang sangat gawat karena mengandung amonia, nitrogen, fosfor, dan bahan-bahan berbahaya lain.

"Dampak langsung dari adanya polusi tinggi itu adalah mengancam keberadaan ikan," kata seorang direktur di "Wild Fund for Nature" (WWF) Cina, Li Lifeng .

Akibat polusi tersebut, produksi berbagai kehidupan di sungai itu mengalami penurunan dari 500 ribu ton tahun 1950-an menjadi 100 ribu ton tahun 1990-an.

"Sejumlah nelayan yang menangkap ikan di sepanjang sungai itu, mengaku takut mengkonsumsi ikan dari sungai itu," kata Li.

Tahun lalu, sekitar 26 juta ton berbagai limbah air mengalir di sungai itu, yang melalui di 11 provinsi dan kotamadya.

"Kegiatan manusia di ekologi perairan Sungai Yangtze sulit diubah sehingga merusak kondisi sungai itu," kata seorang peneliti di Institut Nanjing, Yang Guishan .

Uni Eropa telah mengivestasikan sebesar US$33,7 juta melalui Program Pengelolaan Sungai UE-Cina, untuk mengelola SUngai Yangtze dan Sungai Kuning yang diluncurkan Januari 2007. (*/cax)

©2003-2007 KapanLagi.com