"Ya, kami melakukan renungan dan doa bersama dari pukul 19.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB," kata Ketua Aliansi Warga Jakarta asal Jawa Timur Solidaritas Korban Lumpur Lapindo yang berada di Jakarta Sony Puji Sasono, di Jakarta, Minggu malam.
Sony mengatakan, renungan malam korban lumpur Lapindo tersebut, juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan solidaritas korban lumpur Lapindo.
Korban lumpur Lapindo yang mayoritas mengenakan kaos hitam bertuliskan Aliansi Solidaritas Korban Lumpur Lapindo itu, lanjut Sony berkumpul di Tugu Proklamasi secara bergelombang dari Jawa Timur dengan menggunakan kereta api, bus, bahkan ada yang menggunakan kendaraan pribadi.
"Kami akan melakukan aksi demonstrasi ke Istana, Kantor Menkokesra, dan Gedung DPR/MPR untuk menuntut 100 persen atas kerugian yang diakibatkan lumpur Lapindo," katanya.
Korban lumpur Lapindo, lanjut Sony, akan bertahan dan menginap di Gedung DPR/MPR sampai tuntutan ganti untung tersebut dipenuhi. "Mereka tidak akan pulang, sebelum tuntutan mereka dipenuhi," tegasnya.
Sebelumnya, data laporan dari Bappenas menyebutkan kajian kerugian dan kerusakan akibat semburan lumpur panas Lapindo di Sidoarjo mencapai Rp27,4 triliun selama sembilan bulan terakhir (29 Mei 2006 - 8 Maret 2007), yang terdiri atas kerugian langsung sebesar Rp11,0 triliun dan kerugian tidak langsung Rp16,4 triliun.
Laporan awal penilaian kerusakan dan kerugian akibat bencana semburan lumpur panas di Sidoarjo itu juga menyebutkan angka kerugian itu berpotensi meningkat menjadi Rp44,7 triliun, akibat potensi kenaikan kerugian dampak tidak langsung menjadi Rp33,7 triliun, jika terus berlangsung dalam jangka panjang.
Sedangkan angka kerusakan langsung selama sembilan bulan sebenarnya mencapai Rp7,3 triliun, namun ada tambahan perkiraan biaya relokasi infrastruktur utama yang mencapai Rp3,7 triliun sehingga total kerusakan dan kerugian langsung menjadi Rp11,0 triliun. (*/erl)