< >

H-1 Ujian Nasional SMA, Dana Operasional dari APBD DKI Belum Turun

Senin, 16 April 2007 09:53
Kapanlagi.com - Sehari menjelang Ujian Nasional SMA, dana operasional dari APBD DKI Jakarta untuk pelaksanaan ujian nasional SMA atau yang setingkat belum turun, padahal dana ini seharusnya digunakan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan ujian.

"Dana APBD untuk operasional ujian nasional masih dalam tahap pencairan dan belum sampai ke sekolah, tapi saya pastikan ujian akan tetap berlangsung lancar karena dana operasional dari APBN sudah cair," kata Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) DKI Jakarta, Margani M Mustar di Jakarta, Senin.

Margani mengatakan dana operasional dari pemerintah pusat melalui APBN sudah turun sebesar Rp16.000 per murid SMA/SMK/MA sedangkan untuk SMALB sebesar Rp50.000 per murid.

Dana tersebut, lanjutnya, sudah dicairkan oleh masing-masing panitia ujian nasional di tingkat rayon. Dana itu tidak diberikan ke murid, tapi digunakan sesuai petunjuk Dikmenti yakni untuk membiayai operasional ujian diantaranya pembelian alat tulis kantor (ATK), transportasi, foto kopi, biaya konsumsi pengawas.

Berdasarkan data di Dikmenti DKI, dana APBD DKI ntuk ujian nasional adalah Rp73.000 per murid SMA/SMK/MA sedangkan untuk SMALB sebesar Rp100.000.

"Kami sudah instruksikan pada sekolah-sekolah untuk menggunakan dana APBN semaksimal mungkin dan juga menggunakan dana sekolah yang ada untuk menutupi kekurangannya," kata Margani.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 02 Jakarta Barat, Sukardo mengatakan belum turunnya dana operasional ujian nasional dari APBD DKI juga terjadi pada pelaksanaan ujian nasional tahun lalu.

"Kami sudah pengalaman tahun lalu dananya turun setelah ujian nasional, sehingga untuk biaya operasional kami gunakan dari APBN dan dana sekolah. Yang terpenting murid bisa tenang ikut ujian," katanya.

Minimnya dana yang dimiliki sekolah, lanjut Sukardo, membuat panitia ujian harus menyiasatinya dengan menghemat pengeluaran. Beberapa pengeluaran yang ditekan misalnya dana konsumsi pengawas.

"Besarnya dana yang turun dari APBN sama dengan tahun lalu, padahal harga kebutuhan seperti ATK sudah naik. Akhirnya kami korbankan biaya konsumsi pengawas kita tekan, dengan menyediakan roti dan minuman saja," ungkapnya.

Ujian Nasional tahun ini akan digelar pada 17-19 April dengan mata ujian untuk Program IPA meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Sedangkan mata ujian Program IPS meliputi Bahasa Inggris, Ekonomi, dan Bahasa Indonesia. Nilai standar kelulusan tahun ini 4,25 dan angka rata-rata tidak boleh di bawah lima.

Tahun lalu (2005/2006) total peserta ujian nasional SMA dan SMK sebanyak 118.751 peserta, sekitar 5,8% atau 6.906 peserta dinyatakan tidak lulus.

Dari total 62.179 siswa SMA yang mengikuti ujian, sebanyak 58.504 atau 94,09% dinyatakan lulus dan 3.675 siswa atau 5,91% tidak lulus ujian.

Sementara dari 56.562 siswa SMK yang mengikuti ujian, sebanyak 53.331 atau 94,29% dinyatakan lulus dan 3.231 atau 5,71% tidak lulus. (*/cax)