"Kalau melihat musim dan cuaca optimistis target tersebut tercapai," kata dia, di sela-sela panen perdana jagung yang ditanam tumpangsari dengan karet muda di PTPN VII.
Namun yang dikhawatirkan, penanganan pascapanen yang kurang bagus justeru menjadi masalah baru.
Karena itu, peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan seperti menyediakan fasilitas alat pengering dan gudang penyimpanan.
Menyinggung berapa kebutuhan jagung nasional karena masih juga negara mengimpor, Farid menjelaskan, untuk pabrik pakan ternak hanya tujuh juta ton, namun peternak skala kecil juga menggunakan jagung dengan mencampur sendiri untuk pakan ternaknya.
Sedangkan luas tanaman jagung berdasarkan data statistik mencapai 3,5 juta ton dengan produksi masih rendah, yakni rata-rata 3,3 ton per hektare.
Padahal jika menggunakan pola tanam yang sesuai baik pemupukan, benih, dan lainnya maka hasilnya bisa meningkat dua kali lipat. (*/rsd)